DENPASAR - Jenazah Emilia bayi kembar siam yang meninggal usai operasi pemisahan dada di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar, akhirnya dibawa pulang ke kampung halamannya untuk dikuburkan.
Emilia yang diberi kode biru, tidak bisa diselamatkan usai operasi pemisahan. Jenazah Emilia dibawa pulang ke kampung halaman orang tuanya di Kecamatan Busungbiu ,Kabupaten Buleleng.
Sementara saudara kembarnya justru kondisinya sudah stabil, namun bayi dengan kode hijau ini masih harus menunggu untuk melewati masa kritis sepekan ini.
Amelia dirawat kembali ke ruangan NICU yang steril dan terjaga higienitasnya. Setelah itu, Amelia akan bisa ditempatkan di ruangan biasa jika sudah bisa melewati masa kritris tersebut.
Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan Rumah Sakit Sanglah Denpasar, AAN Jaya Kusuma mengatakan, Amelia dalam pengawasan intensif tim dokter.
“Sekarang kondisinya bagus, luka bekas operasi juga bisa terkontrol dengan baik,” kata Kusuma kepada wartawan di Denpasar, Sabtu (19/5/2012).
Demikian juga tekanan darah stabil dan dari prediksi tim dokter, kondisi bayi hijau akan lebih baik. Secara keseluruhan kondisinya tetap tanggungjawab tim medis.
Terkait meninggalnya Emilia, kata Kusuma, bayi malang itu mempunyai kelainan jantung sehingga hal itu menggantungkan hidupnya. Hingga akhirnya setelah beberapa menit menjalani operasi pemisahan nyawanya gagal diselamatkan Jumat malam.
“Setelah terlepas, kondisi bayi hijau semakin membaik, seperti bebannya hilang,” terangnya
Diharapkan, pertumbuhan dan kondisi Amelia bisa semakin baik hingga dewasa. Operasi kembar bayi siam kemarin dimulai pukul 16.30 WITA dan berakhir sekitar pukul 20.55 WITA. Tim dokter berhasil menyelamatkan Amelia, namun nyawa Emilia tidak bisa diselamatkan karena memiliki kelainan jantung bahkan kondisinya hidrocepalus.
(K. Yudha Wirakusuma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.