JAKARTA - Sosiolog Universitas Indonesia (UI), Thamrin Amal Tamagola, mengungkapkan Indonesia sudah dihadapkan pada situasi pengabaian wake up call atau panggilan membangun, yang begitu parah.
"Tapi banyak orang tidak terlalu sadar, seakan-akan biasa saja, saya kira ini tidak bisa. Saya kira harus dibunyikan alarm bahwa keadaan parah ini sudah masuk jurang atau tenggelam dari budaya," ujarnya kepada Okezone disela-sela diskusi terbuka Membangun Keindonesiaan Kita di Aula Akbar Tandjung Institute, Jalan Pancoran Indah, Liga Mas Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (21/5/2012).
Menurut Thamrin, keadaan nyata dalam wake up call yang begitu parah adalah hak rakyat terhadap tanah.
“Contoh konkret wake up call yang paling parah adalah hak rakyat terhadap tanah. Itu boleh kita bela habis-habisan. Kita harus bela hak rakyat terhadap tanah, karena kita dihadapkan dengan kapital, bisnis, dan modal," terangnya.
Dia menambahkan, tantangan terbesar rakyat Indonesia adalah berhadap-hadapan dengan "monster-monster" yang selama ini mengancam kesejahteraan rakyat.
"Mencoba membela atas tanah rakyat itu, kita dihadapkan dengan peraturan tingkat nasional dan daerah yang membolehkan memberi izin kepada pemodal, sehinnga kita berhadapan dengan para monster-monster yang selama ini mengancam kesejahteraan rakyat," katanya.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.