Penghasilan Ortu Tak Tentukan Kelulusan SNMPTN

|

Image: gettyimages.com

Penghasilan Ortu Tak Tentukan Kelulusan SNMPTN
JAKARTA - Kamu yang mendaftar ujian tulis Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2012 tidak perlu khawatir, sebab penghasilan orangtua tidak akan menentukan kelulusanmu masuk PTN.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Panitia Lokal (Panlok) SNMPTN Bandar Lampung Hasriadi Mat Akin, Menurutnya, kelulusan SNMPTN, baik melalui ujian tulis maupun jalur undangan, ditentukan melalui seleksi akademik. Sementara, butir penghasilan orangtua pada formulir pendaftaran SNMPTN hanya sebagai data pelengkap.

"Kebijakan ini dilakukan untuk pemetaan terhadap penghasilan orangtua mahasiswa," kata Hasriadi, seperti dikutip dari situs Universitas Lampung (Unila), Senin (21/5/2012). 

Tahun ini, formulir pendaftaran SNMPTN memang mencantumkan butir pertanyaan tentang penghasilan orangtua. Tetapi, Hasriadi menegaskan, tidak ada pertalian antara jawaban atas pertanyaan tersebut dan hasil tes peserta SNMPTN.

Hasriadi mengimbuhkan, pemetaan pendapatan orangtua tersebut nantinya akan dijadikan landasan dalam pengambilan kebijakan pendidikan, terutama terkait dengan program beasiswa, baik dari pemerintah maupun swasta.

Menurutnya, baik perguruan tinggi maupun pemerintah membutuhkan data awal untuk menyukseskan berbagai program beasiswa yang mereka miliki. Salah satunya, Bidik Misi, yang menyasar para mahasiswa dari keluarga tidak mampu agar tetap bisa mengenyam pendidikan tinggi.

Hasriadi mengilustrasikan, adakalanya kuota Bidik Misi bertambah setiap tahun. Unila sendiri menambah 100 penerima Bidik Misi tahun lalu. "Jika sudah ada data seperti ini kita tidak perlu lagi melakukan pendataan ulang," ujarnya.

Hingga akhir pekan lalu, sedikitnya 3.390 orang mendaftar SNMPTN pada panlok Bandar Lampung. Dari jumlah tersebut, 859 orang mendaftar di kelompokIPA, 1.567 pendaftar kelompok IPS, dan 964 orang mengikuti ujian IPC.

Hasriadi pun mengingatkan para calon peserta SNMPTN ujian tulis untuk berhati-hati dan tidak tergesa-gesa dalam mendaftar secara online. "Jika salah memasukkan data, calon peserta harus mengulang proses pendaftaran dengan membeli PIN baru," ujarnya. (rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Peserta Jakarta Marathon Mulai Berlari dari Monas