Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement
Arista Junaidi

Siapakah Lawan Kuat Fauzi Bowo

Siapakah Lawan Kuat Fauzi Bowo
A
A
A

Enam kandidat Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta telah resmi di tetapkan oleh KPUD DKI Jakarta sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur. Penetapan tersebut, plus nomor urut yang juga telah diundi oleh masing-masing pasangan, membuat peta persaingan menuju Gubernur DKI semakin menarik untuk ditakar.

Namun, takaran dan eskalasi peluang tersebut, jika merujuk pada hasil survey dan angka hoki undian calon Gubernur oleh KPUD di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Sabtu (12/05/2012), dengan Posisi Fauzi Bowo – Nachrowi Ramli nomor urut satu, Hendardji Soepandji - Ahmad Riza Patria nomor urut dua, Joko Widodo – Nacrhowi Ramli Nomor urut tiga, Hidayat Nur Wahid - Didiek J Rachbini nomor urut empat, Faisal Basri - Biem Benjamin nomor urut lima, serta Alex Noerdin – Nono sampono Nomor urut enam,membuat posisi takaran peluangnya lebih sedikit berat pada sosok Fauzi Bowo, sebagai Incumbent. Mengapa demikian ?  

Publik tentu telah mengetahui hasil survey dari berbagai lembaga survey yang menokohkan pasangan Fauzi Bowo dan Nahrowi Ramli (Foke-Nara) sebagai duet yang paling diunggullkan untuk memenangkan Pilkada DKI Jakarta. Bahkan ada lembaga survey yang berani memprediksikan, Pilkada DKI Jakarta hanya berlangsung satu putaran, dengan pemenangnya adalah Foke-Nara.

Klaim satu putaran dari hasil survey tersebut, mungkin terlihat agak berlebihan. Sebab, dengan jumlah pasangan calon Gubernur yang lebih dari tiga, sulit rasanya Foke-Nara, akan mampu mendulang suara mayoritas pemilih yang berjumlah kurang lebih enam juta jiwa. Belum lagi, ketangguhan dan pengalaman lawan-lawan politik Foke-Nara yang berbeda dengan Kontestasi Pemilukada 2007 yang lalu.

Yang bisa diterima oleh rasio politik publik adalah, hingga saat ini pasangan Foke-Nara masih leading dalam angka-angka survey kuantitatif. Itu artinya fakta survey melegitimasikan posisi dominan fauzi bowo dibandingkan pesaing yang lain, dengan asumsi kekuasaan Jakarta masih dibawah kendali incumbent, walau secara de jure,  telah resmi mengundurkan diri dari jabatan politiknya (UU No 32 tahun 2004). Dilain sisi, lima pasangan kandidat Gubernur yang lain adalah pendatang baru dalam perpolitikan Jakarta secara terbatas. Sehingga keterkenalan, keterpilihan, pengalaman, serta apa yang telah dibuat mereka belum sepenuhnya diketahui masyarakat Jakarta secara merata.

Jika takaran peluang memenangkan Pertarungan Pilkada DKI Jakarta lebih berat pada Foke-Nara, maka siapakah lawan yang harus diwaspadai oleh Foke-Nara sebagai the real competitor ?  

Dari berbagai hasil survey yang dirilis, kesadaran publik telah diarahkan pada positioning pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahja Purnama (Joko-Ahok) adalah the real competitornya Foke-Nara, dengan selalu berada dalam persentasi urutan kedua, dibawah Foke-Nara. Satu-satunya yang membuat mereka (baca; Jokowi-ahok) cepat dikenal oleh masyarakat adalah sikap Populismenya (Paham Populis). Basuki Tjahja Purnama atau ahok, bukanlah faktor populis yang kuat di masyarakat. Yang kuat adalah Joko widodo atau Jokowi, karena kemasan citranya sebagai tokoh yang merakyat, menyayangi rakyat kecil seperti Pedagang Kaki Lima (PKL), law profil, bergaya rocker dan terbukti berhasil mendorong industry mobil lokal bermerek ESEMKA go public. Hal inilah yang menurut masyarakat, cocok dan pas untuk memimpin Jakarta.

Kepercayaan berlebihan jokowi akan rating surveynya, yang selalu naik oleh beberapa lembaga survey, bisa menjadi bias politik dan efek negative bagi dirinya sendiri. Gaya populismenya dengan mencoba menggiring pemilih pada wilayah conditioning, tentang sosok alternatif pemimpin Jakarta yang layak dipilih, akan dianggap sebagai pembungkusan citra atau pencitraan semata.

Jika orang mempreteli sosok jokowi secara detail, maka sebenarnya, figuritasnya lemah dari berbagai sisi, seperti, sisi performance, karismatik kepemimpinan, gesture wajah, gaya berkomunikasi dan  visi strategic pembangunan, terutama dalam pembangunan stabilitas keamanan, belumlah siap untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta. Performance yang ditampilkannya tidak berwibawa, sisi karismatik kepemimpinan tidak terlihat sama sekali, gesture wajahnya tidak melihatkan keseriusann wajah pemimpin, dan gaya komunikasi yang humoris menghilangkan nilai kecerdasannya. Visi strategic tentang stabilitas keamanan pun tidak pernah dijelaskan kepada publik, bagaimana menghadapi dinamika kemasyarakatan Jakarta yang begitu keras jika terpilih menjadi Gubernur. Kelemahan pasangan Jokowi – ahok dari berbagai segi ini yang akan menjadi senjata antitesa terhadap bangunan populismenya.

Itulah mengapa bagi penulis, Jokowi-ahok bukanlah the real competitornya Foke-Nara. justru, yang menjadi lawan kuat Foke-Nara menurut penulis sesungguhnya adalah Alex Noerdin – Nono Sampono. Sebab, dari segi level pengalaman, latar belakang, kapasitas, semuanya memenuhi unsur yang sama dengan Foke-Nara. Belum lagi mesin partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di tambah partai gurem yang lain, bekerja all out untuk memenangkan pasangan ini.

Hasil survey boleh saja belum menunjukan angka kumulatif yang baik untuk Alex-Nono, namun pergerakan politik mereka yang slow but sure, teroganisir, dengan pemetaan basis dukungan yang jelas dan terarah akan menjadi kekuatan besar menantang Foke-Nara. Satu catatan penting perjalanan politik Alex Noerdin adalah, seorang specialis kandidat Bupati Musi Banyuasin dan Gubernur Sumatera Selatan yang selalu mengalahkan Incumbent saat bertarung.

Jadi fenomena pencitraan Jokowi hanyalah faktor gaya populisme semata, yang efeknya tidak akan mungkin bertahan sampai waktu electoral tiba. Sebab, konstituen pada akhirnya akan melihat dan membandingkan prestasi kerja seorang jokowi, yang faktanya masih jauh dibawah prestasi kerja Fauzi Bowo ataupun Alex Noerdin sebagai Gubernur di masing-masing daerah.

Arista Junaidi
Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Kesejahteraan Social Universitas Indonesia

(M Budi Santosa)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement