BANDUNG BARAT – Jumlah lulusan SMA/SMK/MA dari Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang meneruskan ke perguruan tinggi (PT) masih rendah. Selain faktor ekonomi, belum banyaknya perguruan tinggi di KBB menjadi penyebab rendahnya minat siswa melanjutkan ke perguruan tinggi.
"Itu yang masih menjadi pekerjaan rumah kami bagaimana supaya pemahaman orangtua dan siswa lebih terbuka," kata Bupati Bandung Barat Abubakar saat ditemui usai pelepasan kelulusan siswa SMA/SMK/MA tingkat KBB di Padalarang, kemarin.
Tidak hanya persoalan meningkatkan jumlah lulusan sekolah ke perguruan tinggi, Abubakar juga mengaku, target Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajar Dikdas) Sembilan Tahun juga belum tercapai. Saat ini angkanya baru sekira 6,8 tahun. Hal itu juga yang sedang didorong sebelum KBB menargetkan bisa merealisasikan Wajar Dikdas 12 tahun. Dia menambahkan, saat ini pihaknya sedang menyiapkan infrastruktur ruangan kelas dan sumber daya manusia pengajar.
"Saya harap 8.000 lulusan sekolah lanjutan tahun ini bisa meneruskan ke perguruan tinggi," sambungnya.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga KBB Agustina Piryanti mengatakan, di KBB, angka melanjutkan ke perguruan tinggi pada tahun lalu mencapai 68 persen. Angka tersebut berasal dari total kelulusan sebesar 99 persen. Sementara untuk bisa 100 persen melanjutkan ke perguruan tinggi, Agustina mengatakan cukup sulit karena banyak faktor yang mempengaruhi. (adi haryanto/koran si)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.