Mahasiswa Unhan Wajib Turun ke Perbatasan

Image: corbis.com

Mahasiswa Unhan Wajib Turun ke Perbatasan
JAKARTA – Universitas Pertahanan (Unhan) akan mewajibkan mahasiswanya mengikuti kuliah kerja dalam negeri (KKDN) di wilayah-wilayah perbatasan. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat program pembangunan di perbatasan, baik dari segi pendidikan maupun pertahanan.

Wakil Rektor Unhan Mayjen TNI (Mar) Syaiful Anwar mengatakan, setiap program studi di Unhan mewajibkan tiap mahasiswa pascasarjana untuk mengikuti kuliah kerja luar negeri (KKLN) dan KKDN. Untuk KKDN difokuskan di wilayah perbatasan sekaligus sebagai bentuk pengabdian masyarakat.

"Mereka melakukan penelitian ke masyarakat di perbatasan. Diharapkan, hasil temuan mereka di lapangan bisa bermanfaat dalam konteks akademik maupun sebagai masukan ke pemegang kebijakan," kata Syaiful di sela-sela seminar internasional pertama bertema "Pendidikan Berkualitas dan Terjangkau" di Jakarta, kemarin.

Seminar tersebut merupakan hasil kerja sama tiga perguruan tinggi yakni Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Johor, dan University of Malaya, Kuala Lumpur. Lebih lanjut Syaiful mengatakan, Unhan secara berkala terus menerbitkan penelitian individual dan penelitian yang dilakukan pusat penelitian. Pelaksanaan KKDN berlangsung tiga minggu. "Lokasi ditentukan kampus agar jangan sampai terjadi tumpang tindih," ujarnya.

Selama mengikuti KKDN, mahasiswa diharapkan mendapatkan informasi bagaimana keadaan di lapangan dan dikaitkan dengan upaya mengembangkan pendidikan dan pertahanan di sana langsung dari sumbernya. "Mereka akan dihadapkan pada data-data riil di lapangan," kata Syaiful.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim mengatakan, Kemendikbud memperkenalkan program sarjana mendidik di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) atau SM3T. Program yang diluncurkan Desember 2011 ini berencana mengirim 3.000 sarjana setiap tahunnya untuk menjadi pendidik di daerah perbatasan. "Mirip Indonesia Mengajar yang digagas Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan," katanya.

Kemendikbud juga bekerja sama dengan TNI untuk memfasilitasi pendidikan di daerah perbatasan. Program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) di perbatasan salah satunya membangun fasilitas pendidikan. "Kami berharap kerja sama lintas kementerian/lembaga ini bisa memberikan hasil yang luar biasa untuk kemajuan pendidikan kita," kata Musliar.

Pemerintah, ujarnya, sedang gencar membangun fasilitas pendidikan di daerah perbatasan berupa sekolah berasrama. Salah satu pilot project yang saat ini sedang dilakukan adalah pembangunan asrama di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur. "Ini sebagai solusi agar anak-anak di perbatasan tidak kesulitan menjangkau pendidikan hanya karena letaknya yang jauh dari tempat tinggal mereka," paparnya. Sekolah berasrama ini juga akan digabungkan dengan program sekolah satu atap. (fefy dwi haryanto/koran si) (rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Guru Paksa Siswa Sambut Jokowi