Munculnya kembali para tokoh senior dalam bursa pencalonan presiden pada 2014 mendatang, membuat sejumlah kalangan mengusulkan diadakannya regenerasi kepemimpinan. Generasi muda harus ambil alih segera!
Sejumlah tokoh kaliber yang kembali mencuat namanya juga mengaku masih mampu mengatasi sejumlah persoalan negeri ini. Tapi memang tak semua tokoh senior setuju untuk maju kembali. Amien Rais salah satunya, dia menginginkan supaya generasi penerus yang mengambil tongkat estafet kepemimpinan negeri.
Pertentangan senior dan junior dalam regenerasi kepemimpinan negeri dianggap suatu hal krusial bagi para elite politik saat ini. Para elite menilai kesuksesan jalannya roda pemerintahan diukur dari usia atau kematangan para tokoh politik. Meski itu tidak salah, tapi para elite melupakan suatu hal yang sebenarnya juah mendesak dibutuhkan negara ini. Kualitas dan kapabilitas para calon pemimpin yang terkadang terabaikan.
Kalau mau dilihat sejarah, peralihan dari orde lama menuju orde baru dilakukan generasi penerus yang relatif lebih muda usianya untuk meneruskan estafet kepemimpinan. Meski peralihan kepemimpinan ketika itu sedikit "misterius", namun pada awal Orde Baru bergulir harapan rakyat untuk perbaikan negeri menggunung. Setelah sukses dengan program tertata seperti Repelita (rencana pembangunan lima tahun) tapi para elite yang memimpin di era orde baru melupakan moralitas dan kapabilitas sebagai pemimpin.
Budaya korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang kian menggurita di lingkaran dalam pemerintahan Soeharto membuat pemerintahan hanya terlihat kokoh dari luar. Soeharto pun tumbang, lagi-lagi oleh generasi yang relatif muda semacam mahasiswa.
Setelah reformasi bergulir, lagi-lagi para elite hanya memanfaat terbukanya keran kebebasan yang terkunci rapat pada zaman Soeharto. Para elite di era reformasi lagi-lagi melupakan kapabilitas dan konsep kenegaraan yang diinginkan bersama. Buktinya, 14 tahun berjalan era ini masih belum banyak berhasil membawa Indonesia ke arah perubahan.
Jelas dua sejarah politik di atas seharusnya bisa menjadi pembelajaran politik yang jelas bagi para elite sebelum melakukan regenerasi kepemimpinan. Bukan hanya pesoalan usia dan kematangan berpolitik, tapi jauh lebih mendesak soal kapabilitas para elite yang benar-benar mau mengubah negara menuju arah yang lebih baik. Pertanyaannya sekarang adakah elite yang semacam itu?
(Ahmad Dani)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.