JAKARTA - Peneliti senior Lembaga Survei Indonesia (LSI), Burhanudin Muhtadi, menganalisis penunjukan Nurhayati Ali Assegaf sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat berkaitan dengan wacana pengusungan Ani Yudhoyono sebagai Capres.
Hal ini dikarenakan Nurhayati merupakan salah satu orang terdekat Ibu Negara. "Sosok Nurhayati tidak banyak orang yang bisa mengira dapat menjadi ketua fraksi. Tapi intinya Nurhayati orangnya Ani," kata Burhan kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (24/05/2012).
Menurut Burhan, partai binaan Presiden SBY tersebut tidak perlu melakukan perombakan fraksi, jika hanya bertujuan untuk memunculkan nama Ani di mata publik.
"Dia (PD) ingin mengetes reaksi publik, untuk melihat pernyataan ke media agar Bu Ani dilihat publik. Itu bisa mendapatkan afirmasi dari masyarakat atau tidak. Soal desain di internal Partai Demokrat untuk memunculkan Ani, itu tidak perlu dilakukan," sambungnya.
Burhan yang datang ke Gedung DPR untuk mengisi acara diskusi dengan tema Perlukah Setiap Lima Tahun UU Pilpres Direvisi menambahkan, rotasi tersebut bertujuan untuk mengamankan nama-nama yang sempat disebut oleh Nazarudin terlibat dalam kasus korupsi.
Hal ini dapat dilihat bahwa nama-nama yang pernah disebutkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat tersebut tidak ada satupun yang menempati posisi penting baik di komisi maupun di alat kelengkapan DPR.
"Kalau untuk posisi ketua fraksi, Jafar ini kan kurang perform, tetapi penggantinya membuat orang bertanya-tanya. Nah saya melihat perombakan ini ketua fraksi maupun komisi dari Demokrat ini mau ditampilkan orang yang tidak punya getah dari Nazarudin," papar Burhan.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.