Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

PKB Prihatin Rakyat Terus Dicekoki Isu Capres

Muhammad Saifullah , Jurnalis-Kamis, 24 Mei 2012 |17:25 WIB
PKB Prihatin Rakyat Terus Dicekoki Isu Capres
Marwan Ja'far (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Ramainya isu calon presiden dan calon wakil presiden untuk Pemilu 2014 dikhawatirkan akan menganggu agenda besar pembangunan nasional. Di sisi lain, terus bergulirnya isu ini, terutama di media, bisa membuat rakyat jengah karena tiap hari masih berkutat dengan beban hidup yang semakin berat.
 
Karena itu, Ketua Fraksi PKB Marwan Ja’far berharap isu Capres dan Cawapres tidak setiap hari digelontorkan. “Rakyat jangan disuguhi soal Capres dan Cawapres terus menerus. Pemilu masih jauh. Lebih baik sekarang menunjukkan kerja, kinerja, empati, dan program-progam yang benar-benar pro rakyat, bukan hanya dibuat pencitraan belaka,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Okezone di Jakarta, Kamis (24/5/2012).
 
Keprihatinan Marwan muncul tidak hanya karena isu Capres tiap hari bermunculan di mana-mana. Yang tidak masuk akal, menggelikan, dan lucu adalah muncul, dimunculkan atau dipasarkannya beberapa calon presiden dan wakil presiden yang sama sekali tidak punya massa akar rumput.
 
Menurut dia, tanpa punya basis yang jelas, hanya bermain-main ditingkat elit, dan bahkan elitis, seorang figur akan sulit diharapkan kepemimpinannya. Ironisnya, figur semacam ini dicetuskan oleh kalangan elitis juga dan media yang tidak kritis.
 
Marwan menyakini, memimpin negara sebesar dan sekompleks Indonesia tidak mudah. Tidak cukup hanya membaca buku dan mengisi seminar-seminar. Butuh visi yang futuristik dengan mengenali lebih dalam realitas sosial masyarakat di level paling bawah.
 
“Di desa-desa, di kampung-kampung, di pedalaman-pedalaman, di pulau-pulau terpencil, di perbatasan-perbatasan, dan lainnya. Dan, terutama tidak menjual aset negara kepada pihak asing,” ungkapnya.
 
Mumunculkan figur Capres dan Cawapres terlalu dini juga bisa memperburuk citra parpol, karena akan dinilai hanya memikirkan kekuasaan belaka. Meskipun, tanpa dipungkiri, sosialisasi Capres dan Cawapres perlu, supaya dikenal masyarakat.
 
“Sekali lagi, jika terlalu dini akan tidak baik jika dikorelasikan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Yaitu tercukupinya sandang, papan dan sandang. Capres ideal tentu mempunyai parpol atau pemimpin parpol, atau didukung oleh parpol atau gabungan beberapa parpol seperti amanat konstitusi,” terangnya.
 
Amanat konstitusi menyebutkan Capres dan Cawapres harus didukung parpol atau gabungan beberapa parpol. Syarat lainnya, dia harus visioner, punya massa akar rumput dan basis masa yang jelas, punya terobosan untuk Indonesia ke depan supaya lebih maju dan disegani negara-negara lain, punya pengaruh di dunia Internasional. “Tentu rakyatnya harus sejahtera, disamping soal penegakan hukum, disiplin nasional dan lainnya,” tegasnya.
 
Lebih jauh, Marwan mengungkapkan calon pemimpin bangsa ini harus mengenali secara komprehensif dan mendetail kondisi sosial, ekonomi, budaya, dan kebutuhan riil rakyatnya. Kemudian memiliki karakter yang kuat untuk membangun fondasi dan kemandirian bangsa serta harus bersikap negarawan. “Sekarang tak relevan lagi dikotomi militer-sipil, ini zamannya demokrasi. Yang dikehendaki rakyat dan dicintai rakyat itulah yang terpilih,” tandasnya.
 
Dengan argumentasi di atas, PKB menegaskan belum memutuskan Capres dan Cawapres yang akan diusung. Menurut Marwan, PKB baru akan menentukan Capres dan Cawapres setelah Pileg. PKB, saat ini, fokus kerja untuk rakyat dan melakukan konsolidasi partai.
 
“Kita tunggu tanggal mainnya dalam Mukernas atau Muspimnas setelah Pileg. PKB lagi merajut rekonsiliasi, memperkuat, dan menambah basis. Di PKB isinya anak-anak muda dengan mayoritas berlatar belakang aktivis, tentu punya jiwa kepemimpinan dan kemampuan berorganisasi, termasuk kalau dipercaya dan diberi amanat rakyat Insya Allah siap dan bisa mengelola negara dengan baik dan benar, serta tidak punya beban dan dosa masa lalu,” tandasnya.

(Muhammad Saifullah )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement