Begini Cara Asary Atasi Limbah Sawit

|

M Asary dari UB menawarkan solusi mengatasi limbah kelapa sawit. (Foto: dok. UB)

Begini Cara Asary Atasi Limbah Sawit

JAKARTA - Banyak ide konservasi alam lahir dari pemikiran mahasiswa, termasuk solusi mengatasi limbah kelapa sawit yang ditawarkan mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), Malang, ini.

Muhammad Asary adalah mahasiswa asli Kalimantan Tengah. Di tanah kelahirannya ini, dia menjumpai banyak industri pengolahan kelapa sawit belum menangani limbah yang mereka hasilkan dengan baik. Limbah tersebut kebanyakan hanya dibuang begitu saja. Padahal, limbah pengolahan kelapa sawit akan mencemari ekosistem air.  

Hati mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Brawijaya (Faperik UB) ini pun tergerak untuk mencari solusi pencemaran tersebut. Sebab, selain mencemari air dan mengancam kesehatan masyarakat, limbah tersebut juga akan menambah kandungan timbal (Pb) di dalam tanah.

"Tanah di Kalimantan Tengah mayoritas bergambut yang sangat sedikit sekali mengandung unsur hara. Jika limbah kelapa sawit yang mengandung timbal mencemari tanah gambut, maka akan menjadi semakin tidak subur untuk ditanami," kata Asary seperti dikutip dari laman UB, Prasetya Online, Jumat (25/5/2012).

Menurut Asary, pencemaran ekosistem akibat limbah sawit dapat dikurangi dengan mengolah limbah menjadi lebih berdaya guna. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan limbah agar menjadi unsur hara bagi tanaman. Asary menjelaskan, lahan gambut hanya memiliki sedikit unsur hara. Untuk menambahnya, kita bisa memanfaatkan limbah tandan kosong dari kelapa sawit yang sudah diproses. Dengan begitu, kita akan mendapatkan tambahan kandungan unsur hara yang dibutuhkan tanaman.

"Proses pengolahan, penghalusan, dan pendiaman limbah kelapa sawit kita akan mendapat kandungan unsur hara sekira 25 persen. Kandungan limbah tandan kosong yang bisa menyuburkan tanah tersebut mengandung Magnesium (Mg), Calcium (Ca), dan Fosfor (P)," ujar Asary mengimbuhkan.

Selain itu, langkah birokratis juga bisa ditempuh dalam upaya mengurangi pencemaran akibat limbah kelapa sawit. Pemerintah, kata Asary, harus lebih selektif terhadap perusahaan-perusahaan yang berhubungan langsung dengan pengolahan kelapa sawit. Menurut mahasiswa semester enam tersebut, pemerintah harus jeli memilih mana perusahaan yang tidak merusak lingkungan dan yang lebih bertanggungjawab.

Solusi yang ditawarkan pegiat di Komunitas Indonesia Youth Water (IYW), Malang, tersebut dituangkan dalam sebuah esai dan dikompetisikan dalam Indonesia Youth Conference (IYC) pada 3-6 Juli mendatang di Jakarta. Jika ingin melaju ke tingkat nasional, Asary harus mampu menyisihkan 500 kontestan dari perguruan tinggi di Jawa Timur.

(rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Ibu Kota Diprediksi Hujan