BADMINTON Indonesia menciptakan sejarah baru. Sejarah baru yang diukir adalah sejarah yang buruk. Tim Thomas dan Uber Indonesia kandas sebelum masuk ke semifinal Thomas dan Uber Cup.
Dalam sejarah badminton Tanah Air, ini adalah kali pertama tim Thomas dan uber Indonesia tidak masuk semifinal sejak 1985. Apalagi yang mengalahkannya, bukan merupakan rival utama Indonesia, China. Yang mengalahkannya adalah tim dari Jepang.
Jepang mendepak pasukan Thomas Indonesia lebih dulu. Sebagai penentu adalah Takuma Ueda yang mengalahkan Dionysius Hayom Rumbaka, 21-14, 21-19 di partai kelima. Taufik Hidayat, Markis Kido/Hendra Setiawan juga dikandaskan pemain Jepang. Simon Santoso dan ganda M Ahsan/Alvent Y Chandra yang memberi poin untuk Indonesia.
Ini adalah kegagalan pertama untuk mencapai semifinal selama keikutsertaan Indonesia pada Thomas Cup.
Pada tim Uber Indonesia, Lindaweni Fanetri ditundukkan Minatsu Mitani di laga kelima, 21-19, 13-21, 17-21. Partai sebelumnya, Maria Febe, Greysia Polii/M Jauhari juga takluk. Poin Indonesia di dapat dari Adrianti Firdasari dan Anneke Feinya Agustin/Nitya Krishinda Maheswari.
Bagi Uber, Jepang seolah tengah menguber prestasi tim Uber Indonesia yang dalam 9 kali pertemuan, telah mengalahkan Jepang sebanyak 5 kali.
Sejarah buruk adalah peringatan!. Hal ini tentunya harus menjadi perhatian penting bagi PB PBSI agar mengevaluasi dan menata kembali pelatnas secara maksimal agar tidak mengulang sejarah buruk ini kembali terulang.
(Syukri Rahmatullah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.