JAKARTA - Nama Nurhayati Ali Assegaf tidak pernah terdengar di kancah politikTtanah Air. Nurhayati mencuat ketika ditunjuk Partai Demokrat sebagai Ketua Fraksi di DPR. Pengamat politik, Adrinof Chaniago, menilai penunjukan Nurhayati karena Partai Demokrat ingin menertibkan para elitenya di Senayan.
"Partai Demokrat ingin ditertibkan dulu dalam hal-hal pernyataan menjelsakan masalah politik. SBY tidak ingin salah ucap terus terjadi," kata Adrianof saat berbincang dengan Okezone, Jumat (25/5/2012).
Nurhayati merupakan mantan staf Ibu Negara Ani Yudhoyono. Dia dikenal dekat dengan keluarga Cikeas. Dengan begitu, menurutnya, SBY akan lebih mudah mengendalikan kadernya di DPR melalui Nurhayati ketimbang ketua fraksi sebelumnya, Jafar Hafsah.
Menurtunya, terlalu spekulatif jika penunjukan Nurhayati untuk uji reaksi masyarakat terhadap pencalonan Ibu Ani sebagai presiden. "Partai ini dalam pikiran pendiri perlu dikendalikan dulu. Kekuasaannya perlu ditarik ke Cikeas dulu dalam upaya penataan," ungkapnya.
Adrinof menilai, selama ini komunikasi antara Dewan Pembina Partai Demokrat dengan kadernya di DPR kerap macet. Langkah-langkah dan pernyataan kader yang menjabat di legislatif sering menimbulkan masalah dan menimbulkan beban bagi partai.
"Karena itu orang yang menduduki posisi penting akan ditertibkan dulu supaya menjalankan langkah yang seirama dan tidak menimbulkkan masalah bagi partai," tukasnya.
Sementara itu, pengamat politik Charta Politika, Arya Fernandes, mengatakan penunjukan Nurhayati sebagai ketua fraksi karena perempuan berjilbab itu dianggap mampu menjadi jangkar atau penengah elit Partai Demokrat di Senayan.
"Apalagi kita tahu Nurhayati ini kan salah satu yang cukup senior dan dekat dengan Cikeas. Dia sempat jadi staf ahli Bu Ani dan cukup dekat dengan kalangan elite Demokrat. Saya kira Bu Nurhayati bisa jadi penengah di antara elite yang lain," ungkapnya.
Faktor perjalanan politik Nurhayati yang sudah cukup panjang juga jadi pertimbangan. Beberapa kali kader Partai Demokrat di DPR kalah bertarung dalam menentukan kebijakan dengan partai lain. Terakhir, terkait polemik penaikan harga BBM.
"Ini juga untuk memperbaiki citra fraksi yang kerap kali kebobolan dalam beberapa isu dan untuk mengamankan kebijakan partai ditingkat fraksi," pungkasnya.
(Tri Kurniawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.