Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jangan Terjebak pada Isu Primordial Capres

Tegar Arief Fadly , Jurnalis-Jum'at, 25 Mei 2012 |17:46 WIB
Jangan Terjebak pada Isu Primordial Capres
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Guru Besar Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Bahtiar Effendy, mengingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat supaya tidak terjebak di dalam isu primordial dalam pemilihan presiden mendatang.
 
Karena, menurutnya, kelayakan seseorang untuk dipilih sebagai presiden tergantung pada kapasitas dan kemampuan untuk memimpin negara.
 
"Lupakan itu namanya ikatan kedaerahan, persaudaraan. Kalau memang orangnya punya integritas, mampu, dan tidak memperlakukan jabatan sebagai pekerjaan, itulah yang kita pilih," tuturnya kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (25/05/2012).
 
Dia juga berharap masyarakat mampu menentukan pilihan dengan menggunakan pertimbangan akal sehat serta menolak pemberian suap dari masing-masing tim sukses. "Tahun 2014 besok kita memilih dengan hati nurani dan akal pikiran. Dan kita tidak mau ditransaksi dengan uang-uang yang Rp20 ribu atau Rp50 ribu," imbaunya.
 
Sementara itu, menanggapi isu munculnya Capres independen, Bahtiar hanya mengatakan meskipun kesempatan tersebut terbuka, namun sangat sulit untuk direalisasikan. Mengingat, syarat-syarat dukungan minimal yang diperoleh bagi calon independen sangat berat.
 
"Tantangan calon independen ini kan berat. Kita lihat saja Pilkada Jakarta, sekian KTP yang harus dikumpulkan. Kemudian bagaimana mereka mendapat dukungan DPRD, atau DPR. Jadi gak apa-apa, walau masih didominasi oleh partai asal kita mau bekerja sedikit, saya kira mungkin hasilnya beda," pungkasnya.

(Muhammad Saifullah )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement