Dari Toilet ke Rumah Teman, Lokasi Bercinta Remaja Depok

Ilustrasi

Dari Toilet ke Rumah Teman, Lokasi Bercinta Remaja Depok
DEPOK – Pergaulan bebas saat ini makin marak terjadi di kalangan remaja. Namun, hal yang mengejutkan terjadi saat siswi kelas 6 SD di Depok, R (12) berhubungan intim dengan pacarnya, SY, yang berusia 21 tahun.

Mereka berhubungan seks dibantu teman SY di sebuah tempat steam motor di wilayah Beji Timur, Depok. Hal itu dikatakan Kasubnit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Depok Aiptu Handayani.

Menurutnya, dari rata-rata 10 kasus persetubuhan remaja di Depok, kebanyakan mereka melakukannya memang tidak di hotel. Hal itu tentu karena alasan pria belum bekerja tetap atau bahkan juga masih bersekolah.

“Rata – rata bukan di hotel, karena belum punya uang, mereka melakukannya umumnya di rumah teman sang pria, bahkan ada pula yang di kios pasar kalau sudah tutup,” ungkapnya kepada wartawan di Polres Depok, Kamis (24/05/12).

Handayani menambahkan, ada juga yang melakukannya di sekolah. Bahkan satu bulan lalu, seorang siswi SMP di Kecamatan Cipayung, Depok, menangis keluar dari toilet warnet usai berhubungan intim dengan seorang sopir angkot.

“Di sekolah saat semua siswa sudah pulang sekolah, lalu ada kasus yang di toilet warnet,” tegasnya.

Handayani mengungkapkan, motif atau dorongan para remaja melakukan hubungan seks bukan karena didasari film porno ataupun majalah porno, melainkan murni karena pergaulan bebas.

“Bukan karena film, umumnya karena pergaulan bebas saja, atau bisa dari gaya-gayaan merasa sudah hebat kalau sudah sampai berhubungan intim, atau juga ada yang dari internet,” paparnya.

Kapolres Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni meminta para orangtua untuk mengawasi putra-putri mereka, khususnya saat usia remaja yang masih labil dan mencari identitas diri. Orangtua pun harus lebih komunikatif terhadap anak.

“Ajari anak dengan benar, bagaimana bisa menjadi teladan, jangan menyuruh salat tapi orangtuanya enggak salat, atau melarang merokok tapi orangtuanya justru merokok. Bagaimana proteksi ekstra yang komunikatif dengan anak, rata-rata kasus yang tercatat banyak pelajar dari golongan menengah ke bawah yang kurang perhatian dari orangtuanya,” imbuh Mulyadi. 
(abe)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    KMP Komitmen Jadi Penyeimbang Jokowi-JK