Mengintip Geliat Lokalisasi Dolly

|

Ilustrasi aktivitas di Dolly (Foto: Okezone/Nurul Arifin)

Mengintip Geliat Lokalisasi Dolly

SURABAYA - Lokalisasi Dolly tidak pernah habis ditelan zaman. Kawasan lokalisasi di Kecamatan Sawahan, Surabaya, Jawa Timur, itu terus menggeliat di tengah isu penutupan sejumlah lokalisasi di Kota Pahlawan.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur sudah mengiming-imingi para pekerja seks komersial (PSK) dengan uang sebagai modal untuk membuka usaha baru. Pemprov juga sudah memberikan penyuluhan serta pembinaan kewirausahaan, untuk mendukung program tersebut.

Namun, iming-iming uang dari Pemprov tampaknya belum terlalu diminati PSK.

Gang Dolly masih ramai setiap hari. Gemerlap suara house music hingga dangdut koplo membuktikan bahwa lokalisasi yang berdiri sejak 1960-an itu tidak pernah mati. Ratusan makelar PSK berpakaian batik masih agresif memburu calon konsumen.

Aroma persaingan sangat terasa. Pemilik wisma berusaha menggaet konsumen sebanyak mungkin jika tidak ingin gulung tikar. Terlebih, ada kesepakatan antara pemilik wisma, mucikari, aparat desa, dan Muspika Kecamatan Sawahan, untuk tidak menambah wisma dan PSK baru.

Karena ketatnya persaingan, sejak tiga tahun terakhir sudah tujuh dari 58 wisma di Gang Dolly yang gulung tikar.

Seorang pemilik wisma meyakini lokalisasi Dolly akan tutup dengan sendirinya. “Sekarang kan persoalannya tinggal menunggu waktu saja. Enggak usah ditutup, akan tutup sendiri,” kata pria tersebut, Jumat (25/5/2012).

Jumlah wisma yang gulung tikar akan terus bertambah, seiring menurunnya jumlah PSK. Pada 2010, jumlah PSK sekira 3.000 orang. Selain di Dolly, mereka juga beroperasi di Jarak.

Kemudian pada 2011 menurun menjadi 2.500 PSK. “Untuk Gang Dolly pada tahun 2012 tersisa 580 orang PSK,” ucapnya.

Pria pemilik empat wisma itu mengaku sepakat dengan rencana pemerintah untuk yang akan menutup lokalisasi. Namun, harus ada langkah antisipasi. Jika tidak, para PSK hanya memindahkan lokasi praktik. Dengan demikian penutupan lokalisasi tidak sepenuhnya memberantas praktik perzinahan.

Selain itu, jika PSK beroprasi di jalan, akan sulit mengontrol mereka.

”Siapa sih yang ingin jadi PSK. Kalau Dolly ditutup semakin cepat semakin baik. Biar pada segera bertobat,” tukasnya.

(ton)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Polisi: Orang Jakarta Subuh Sudah Mikirin Berangkat Kerja