DENPASAR - Berdalih situasi Lapas belum kondusif dan mempertimbngkan aspek psikologis maka penyerahan grasi kepada Schapelle Leight Corby akan dilakukan secara tertutup tanpa seremonial.
Kalapas Kerobokan Bali IGN Wiratna menegaskan, surat grasi Corby sampai saat ini belum bisa diserahkan. "Saya terlambat datang dari Jakarta, tidak mungkin saya serahkan sekarang ini, ya tidak baik kalau malam-malam masuk sel wanita," katanya dalam keterangan resminya, Sabtu (26/5/2012).
Untuk itu, surat grasi segera akan diserahkan menunggu waktu yang tepat. Wiratna memastikan akan menyerahkan secara langsung kepada Corby dan tidak ada seremoni yang istimewa.
Didesak kembali jadwal penyerahan grasi, kemungkinan bisa dilakukan pada Senin mendatang. Pasalnya, hari ini dan Minggu 27 Mei 2012 merupakan hari libur sehingga secara administrasi seluruh kantor tutup dan dokumen tersebut disimpan di Kantor Kementerian Hukum dan Ham Bali.
Berbeda dengan sikap sebelumnya bahwa penyerahan grasi akan mengundang media Wiratna meralat ucapanya. Dia memastikan jika penyerahan surat grasi tertutup bagi media karena pertimbangan kondisi psikis terpidana 20 tahun penjara tersebut.
"Teman-teman waratawan kan tahu dia sangat takut dengan media. Dia selalu bertanya apakah ada media atau tidak saat hendak keluar Lapas," ujar dia.
Hal lain yang jadi pertimbangan saat ini, kondisi bagian dalam Lapas saat ini tidak layak diekspose ke media karena masih sangat hancur, sedang dalam proses pembangunan akibat kerusuhan beberapa waktu lalu.
Ditanya soal kondisi kesehatan wanita yang dijuluki Si Ratu Mariyuana tersebut, dari laporan anak buahnya kata Wiratna dalam keadaan sehat dan baik baik saja.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.