Ketua Kabalitbang : Tidak Lulus Bukan Akhir Segalanya

Ilustrasi : Corbis

Ketua Kabalitbang : Tidak Lulus Bukan Akhir Segalanya
JAKARTA - Luapan kegembiraan tengah membuncah dalam diri para pelajar kelas XII di seluruh Indonesia. Mereka yang telah dinyatakan lulus bersiap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Namun, di balik kegembiraan para pelajar tersebut, sejumlah 0,5 persen dari dua juta peserta Ujian Nasional (UN) SMA/SMK/MA dan sederajat terpaksa menunda kelulusan mereka. Ketua Kabalitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Khairil Anwar menyebutkan, meski tingkat kelulusan meningkat, kita harus tetap berempati terhadap mereka yang tidak lulus.

"Bagaimanapun juga, setengah persen dari dari total peserta UN SMA/SMK/MA dan sederajat tahun ini adalah manusia. Maka, jangan hanya melihat jumlah saja, tapi kita harus tetap berempati," ujar Khairil ketika berbincang dengan Okezone, Minggu (27/5/2012).

Dia menyebutkan, keputusan lulus atau tidaknya siswa tidak hanya mempertimbangkan nilai UN tapi juga nilai Ujian Sekolah dengan komposisi 40-60 persen. "Saya kira, ketidaklulusan sudah memperhitungkan nilai UN dan ujian sekolah. Jadi ujian sekolah anak tersebut dinilai kurang, maka ke depan usahanya harus lebih ditingkatkan," katanya menjelaskan.

Menurut Dekan Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut, tidak lulus dalam UN bukanlah akhir dari segalanya. Maka, dia mengimbau agar para pelajar yang tidak lulus tetap bersemangat.

"Ikut ujian tidak hanya soal kelulusan. Jika seorang anak tidak lulus, bukan berarti akhir dari segalanya sebab masih ada kesempatan lain seperti Paket C atau kesetaraan maupun ikut UN tahun berikutnya," tutur Khairil.

Dia menegaskan, para pelajar yang akan mengikuti paket C tidak perlu merasa khawatir akan adanya perbedaan antara ijazah paket C dengan UN. "Tidak usah khwatir. Paket C merupakan program kesetaraan sehingga tidak akan berbeda dengan UN," tukasnya.

Meski demikian, dia berpesan agar para pelajar yang tidak lulus dan akan mengikuti Paket C harus mempersiapkan diri dengan baik lebih baik. "Ujian bukan tebak-tebakan. Maka, hendaknya mereka belajar lagi dengan lebih baik selama kurang lebih dua bulan ini. Sehingga mendapatkan hasil yang baik pada ujian paket C," imbuhnya.(mrg) (rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Wakil Rakyat dari Golkar Mengaku Dicabuli Sesama Anggota Dewan