Jumat, Miranda Diperiksa KPK

Senin, 28 Mei 2012 14:37 wib | Mustholih - Okezone

Jumat, Miranda Diperiksa KPK Miranda Goeltom JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan memeriksa Bekas Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Miranda Swaray Goeltom, terkait kasus dugaan suap cek pelawat, Jumat, 1 Juni 2012.

"Surat panggilan sudah dikirim ke Miranda kalau tidak kemarin, berarti hari ini. Saya tidak tahu persis," kata juru bicara KPK, Johan Budi, di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (28/5/2012)

Miranda diduga membantu terpidana suap cek pelawat, Nunun Nurbaetie, menyebar 480 lembar cek pelawat ke sejumlah anggota DPR RI pada pemilihan DGS Bank Indonesia, 28 Juni 2004. Pemeriksaan terhadap Miranda tersebut bakal menjadi pemeriksaan perdana sejak dirinya ditetapkan sebagai tersangka pada 26 Januari 2012. "Itu kalau pemeriksaan Miranda terlaksana," terang Johan Budi.

Johan Budi mengelak saat disinggung kemungkinan Miranda langsung ditahan begitu selesai menjalani pemeriksaan perdananya. "Tentu saya belum dapat informasi soal itu dari penyidik," kata Johan.

KPK sendiri menjerat Miranda dengan pasal 5 ayat 1 huruf b dan pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto dan atau pasal 55 ayat 1 dan ayat 2 KUHP. Cara Miranda membantu Nunun menyebar cek pelawat ke Senayan tergolong rumit.

Bermula dari Direktur PT Wahana Esa Sejati, Ahmad Hakim Safari alias Arie Malangjudo, cek tersebut berpindah tangan ke angota Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi PPP, dan Fraksi Golongan Karya, Fraksi TNI-Polri melalui Dudhie Makmun Murod, Endien Soefihara, Hamka Yandhu, dan Udju Djuhaeri.

Arie malangjudo mengaku menyebar cek pelawat berdasarkan perintah Nunun Nurbaetie. Tujuannya ialah mengarahkan suara keempat fraksi tersebut untuk memenangkan Miranda Goeltom sebagai DGS Bank Indonesia. (ugo)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »