Brainstat, Cegah Human Error Pada Kecelakaan

|

Image: corbis.com

Brainstat, Cegah Human Error Pada Kecelakaan
JAKARTA - Tragedi jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet-100 di lereng Gunung Salak, Bogor beberapa pekan lalu dan kecelakaan darat yang sering terjadi, memacu Forum Alumni Sekolah Tinggi Teknologi Telkom (Fast) membuat aplikasi baru yang dapat menyampaikan kondisi pengemudi melalui sensor otak.

Brainstat adalah program buatan Fast yang bekerja melalui sensor otak dan disampaikan pada monitor yang tersedia di dalam kendaraan tersebut. "Kenapa mesti sensor otak? Sebab apa pun yang terjadi pada tubuh manusia, otaknya tidak akan bohong," ungkap Salah satu anggota Fast, Dody Qori Utama di Cikini pada wartawan, Rabu (30/5/2012).

Dody memaparkan, Brainstat dapat mengukur kognitif, logika, kesadaran psikologis, kesadaran fisik, stres psikologis dan juga stres fisik pengendara saat mengemudi. "Di dalam aplikasi Brainstat ini juga tersedia early warning, dan akan berfungsi ketika pengemudi mengantuk ataupun membawa kendaraan dengan kecepatan tinggi" ungkapnya.

Early warning system pada aplikasi Brainstat terbagi menjadi beberapa level, dengan level terendah berupa peringatan dari mesin. Contohnya saat pengemudi mengantuk atau melamun dalam level yang ringan.

Dody mengimbuhkan, untuk peringatan level tinggi, Brainstat akan secara otomatis akan memutar video yang sudah terekam. "Kami berikan contoh rekaman dari istri yang mengingatkan suaminya untuk tetap fokus mengemudi, atau langsung terhubung pada telefon seluler keluarga untuk segera mengingatkan pengemudi,"imbuhnya.

Dody mengungkapkan, hingga kini pihaknya masih melakukan pemutakhiran pada Brainstat. Sebab, sampai saat ini Brainstat hanya diuji coba di darat. "Kami berharap Brainstat dapat juga digunakan dalam pesawat namun tidak mengganggu navigasi. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kecelakaan yang disebabkan oleh human error," sambungnya. (rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Jokowi Harus Melindungi WNI di Luar Negeri