Penerbit Klaim Buku Berbau Porno Telah Sah & Layak

|

Buku bacaan SD yang berbau porno (Foto: Septyantoro/Sindo TV)

Penerbit Klaim Buku Berbau Porno Telah Sah & Layak

SOLO- PT Era Adicitra Intermedia, penerbit buku yang diduga mengarah pornografi, mengklaim buku terbitannya sudah sesuai dengan Panitia Penelitian Buku Non-Teks Pelajaran (PPBNP).

Direktur Era Adicitra Intermedia, Heri Sulistyanto, mengatakan buku terbitannya telah disahkan dan layak menjadi buku non-teks. Hal tersebut berdasarkan keputusan Kepala Pusat Pembukuan Kemdiknas Nomor 1715/ ab.2/ll2001 tahun 2009 tertanggal 19 Mei.

Pada buku “Ada Duka di Wibeng” halaman 93 yang menyinggung soal berhubungan intim melalui dialog di antara para tokohnya dan trik berhubungan seks yang aman, harus dibaca secara utuh.

Jika dibaca setengah-setengah, lanjut Heri, akan mengesankan ada pornografi, namun jika dibaca secara utuh akan memberikan pendidikan  pergaulan rekmaja yang benar.

Sementara itu, di halaman 105 dan selanjutnya, akan ada jawaban dari semuanya.

Sebelumnya, buku-buku berbau pornografi beredar di perpustakaan di Kebumen sejak kemarin. Dalam buku itu menjelaskan cara berhubungan seks sehingga tidak membuat hamil sang wanita yakni dengan menggunakan kalender KB.

Nahasnya, buku yang tak patut untuk siswa SD tersebut tidak hanya satu, ada beberapa buku lain, di antaranya berjudul Ada Duka di Wibeng, Tambelo, Kembalinya di Burung Camar, dan Tidak Hilang Sebuah Nama.

Tidak hanya menyinggung soal pornografi, buku-buku non-teks pelajaran tersebut di antaranya berisi cerita yang tak layak untuk siswa SD, seperti konteks lelaki pujaan hingga cerita cinta murid dengan guru.

Buku-buku yang diterbitkan percetakan di Solo pada 2008 lalu terselip di antara sekira 4.000 lebih buku bantuan dana alokasi.

(kem)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Titin Tetap Mengingat Anaknya meski Hatinya Terluka