Demokrat Tak Ubahnya Fans Club

Demokrat Tak Ubahnya Fans Club
JAKARTA - Pengamat Politik Charta Politika, Yunarto Wijaya menilai desakan Politikus Partai Demokrat (PD) agar Andi Mallarangeng mundur dari jabatannya semakin memperlihatkan adanya konflik internal. Menurutnya, PD tak ubahnya sebuah fans club saja.

"Seolah-olah partai ini bukan dari sebuah dari organisasi modern tetapi hanya sebuah fans club saja, funs club ini gerombolan yang tidak terstruktur dan tidak terorganisasi," kata dia saat berbincang dengan Okezone, Minggu (3/6/2012).

Menurutnya, selain kader PD yang banyak dikaitkan dengan kasus hukum, kader yang tidak bisa menahan amarah tentu menjadi masalah tersendiri bagi partai. "Kalau masalah hukum saya kira pasti dihadapi semua partai," ujarnya.

Menurutnya, tak satupun partai politik yang bersih dari kasus hukum. Namun, sorotan masyarakat memang lebih dominan kepada partai yang berkuasa. Itu dibuktikan dengan hasil survei, kepercayaan masyarakat terhadap partai binaan Presiden ini semakin menurun.

"Sementara, PDIP dan Golkar cenderung naik trennya," ujarnya.

Kata dia, kader Partai Demokrat tidak cukup dewasa menanggapi banyaknya kader yang terlibat kasus hukum. Malah, tak sedikit yang memanfaatkan kasus hukum untuk menjatuhkan kader lainnya. Dia menilai ini sangat membedakan Partai Demokrat dengan partai lainnya.

"Kasus hukum itu menjadi ajang pertarungan untuk menjatuhkan kader di tubuh Partai Demokrat," ujarnya.

Menurutnya, hak setiap orang untuk berbicara keras. Namun, akan lebih elok jika masalah internal partai tidak diumbar dalam pertarungan terbuka. Tambahnya, banyaknya kader Partai Demokrat yang saling serang di muka publik seakan partai ini tanpa pemimpin.

"Seakan-akan tidak ada lagi seorang pemimpin yang bisa menyatukan pendapat menghadapi kasus ini," terangnya. (trk)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Dibawa Kabur Pacar, Siswi SMA Disiksa & Disetubuhi