Taruna Akademi Maritim Djadajat, Polisikan Mantan Pengurus Yayasan

|

JAKARTA - Taruna dan Keluarga Taruna Akademi Maritim Djadajat, melaporkan Mantan Ketua Pengurus Yayasan, Aman P. Pangiribuan, ke Polres Jakarta Utara, terkait penggelapan uang yayasan berjumlah ratusan juta rupiah.

"Hari ini, kami laporkan penggelapan uang yayasan yang dilakukan oleh ketua pengurus yayasan yang lama," ujar Komandan Batalyon Akademi Dajadat, Muhammad Taufick, kepada wartawan, Senin (4/6/2012).

Menurutnya uang ratusan juta tersebut, diambil oleh Pangaribuan, di dua rekening yang berada di Bank BNI 46 dan Bank DKI, tanpa persetujuan dan tidak diketahui akan digunakan untuk apa.

"Ia mengambil uang tersebut, sebelum dua rekening di dua bank tersebut, di blokir oleh pengurus yayasan yang baru," ungkapnya.

Taufick mengatakan selain mengambil uang ratusan juta, Pangiribuan masih melakukan kegiatan yang mengatasnamakan Akademi Maritim Djadajat.

"Mereka masih menggunakan cop surat dari atas nama akademi," terangnya.

Bahkan, sambung Taufick, Pangiribuan juga membuka penerimaan taruna dan taruni yang menggunakan nama Akademi Maritim Djadajat. Mengenai hal ini, Taufick mengharapkan kepada pihak keluarga yang ingin mendaftarkan anak, atau saudaranya ke Akademi Maritim Djadajat bisa langsung datang ke kampus kami yang berada di Jalan Sungai Tiram no. 28, Marunda, Jakarta Utara.

"Kami tidak bertanggung jawab jika masih ada calon taruna yang mendaftarkan tidak melalui kampus kami yang resmi," tuturnya.

Namun begitu, lanjut Taufick, hingga kini belum ada laporan dari pihak calon taruna yang tertipu saat pendaftaraan.

Sebelumnya, pada bulan Januari 2012, taruna dan pengurus Yayasan Akademi Maritim Djadajat di Jalan Sungai Tiram, Cilincing, Jakarta Utara, ricuh. Taruna memukuli pengacara yayasan dan merusak fasilitas kampus. Taruna sempat menerobos pintu gerbang sekolah yang dijaga ketat polisi.

Mereka juga mengejar orang-orang yang dianggap tidak berkepentingan dan diduga sebagai preman bayaran. Kejadian ini, disulut oleh konflik internal yang terjadi antara pihak yayasan dan para taruna yang merasa ada ketidakadilan dan sikap yang tidak transparan dari yayasan.

(ydh)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    TOP 1 Luncurkan Kartu "Sakti"