Kronologi Pengeroyokan Anggota TNI di Papua

|

ilustrasi (okezone)

Kronologi Pengeroyokan Anggota TNI di Papua
JAKARTA - Aksi pengeroyokan terhadap dua anggota TNI AD terjadi di Papua. Korban pengeroyokan yakni Pratu Ahmad Sahlan (25) dan Pratu Saefudin(26) berakibat satu orang tewas.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution menuturkan, peristiwa terjadi sekira pukul 12.30 WIT, Rabu 6 Juni kemarin di Jalan Kimbim Konolema,Wamena Papua. Saat itu Pratu Ahmad tengah mengendarai sepeda motor Suzuki Satria bernomor polisi DS 2048 JQ,  dan Pratu Saefudin mengendarai Honda Mega Pro DS4113 BD.

Keduanya melaju beriringan  dari arah Kota Wamena menuju komplek Yonif 756 Wamena. Namun, ketika melintas di Jalan Kimbim, Pratu Ahmad menabrak seorang pejalan kaki bernama  Dewi wanimbo (3), sehingga berakibat luka lecet pada bagian kepala. Sedangkan Pratu Ahmad langsung terjatuh.

"Mereka mengendarai motor beriringan hendak menuju komplek Yonif, di perjalanan menabrak anak kecil bernama Dewi Wanimbo, anak tersebut menderita luka lecet di bagian kepala, sedang Pratu Ahmad langsung jatuh," terang Saud di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (7/6/2012).

Melihat ada warganya tertabrak, massa yang berada di TKP langsung mengeroyok korban Ahmad. Melihat rekannya dikeroyok, korban Saefudin hendak melerai, namun massa yang kalap semakin brutal dan menghajar keduanya.

Akibat kejadian tersebut Pratu Ahmad meninggal di tempat kejadian akibat dua luka tusukan di dada sebelah kiri sedangkan korban Saefudin mengalami  luka tusuk di pinggang sebelah kanan, dan juga patah tulang pada kaki kanan. "Saat ini korban Saefudin di opname dalam keadaan kritis, di RS Wamena," imbuh Saud.

Paska peristiwa tersebut, sempat ada emosi dari beberapa anggota di TKP dan melakukan penembakan terhadap masyarakat. Namun beruntung tidak ada korban jiwa. Kasus tersebut kini ditangani oleh POM TNI Wamena dan Polres Wamena.

Dikabarkan setelah kejadian tersebut ada pembakaran rumah penduduk yang dilakukan oleh oknum TNI. Terkait kabar tersebut, Saud  membantahnya. "Sampai saat ini belum ada info seperti itu nanti kita akan cek kembali," tandas mantan Kadensus ini. (put)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Raja Solo Akhirnya Angkat Bicara Atas Pelecehan Seksual