Om Liem dan gurita bisnis (bag 3)

|

Foto : ist

Om Liem dan gurita bisnis (bag 3)

Sindonews.com - Konglomerat Liem Sioe Liong alias Sudono Salim mengawali kariernya dari nol. Jatuh bangun dalam menjalankan bisnis pun kerap dialaminya. Namun, kerja kerasnya dalam membangun usaha membuahkan hasil.

Dilansir dari berbagai sumber, awal mula kariernya dimulai dari diversifikasi bisnis perdagangan minyak kacang ke pasar cengkeh, yang ternyata sangat berkembang dengan cepat karena banyak permintaan untuk produksi rokok kretek.

Pria yang biasa disapa Om Liem ini, meninggalkan Fujian, China pada 1936 untuk bergabung dengan saudaranya Liem Sioe Hie dan saudara iparnya Zheng Xusheng di Medan, Sumatera Utara.

Pada 1952, Salim memperluas bisnis perdagangannya dengan merangkul koneksinya sesama pengusaha etnis Tionghoa di Singapura dan Hong Kong. Pabrik sabun yang dimilikinya, menjadi salah satu pemasok utama untuk Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Pada 1969, bersama Sudwikatmono, Djuhar Sutanto, dan Ibrahim Risjad, Om Liem mendirikan CV Waringin Kentjana. Belakangan, mereka berempat disebut sebagai The Gang of Four.

Liem yang bernama Indonesia Sudono Salim ini bertindak sebagai chairman dan Sudwikatmono sebagai CEO. Perusahaan yang mereka pegang pun bergerak di bidang perdagangan ekspor kopi, lada, karet, tengkawang dan kopra. Serta, mengimpor gula dan beras.

The Gang of Four ini kemudian pada 1970 mendirikan pabrik tepung terigu PT Bogasari dengan modal pinjaman dari pemerintah. Ketika pertama berdiri, PT Bogasari berkantor di Jalan Asemka, Jakarta dengan kantor hanya seluas 100 meter.

Kemudian, pada 1975, kelompok ini mendirikan pabrik semen PT Indocement Tunggal Perkasa. Pabrik ini melejit bahkan nyaris memonopoli semen di Indonesia. Sehingga kelompok ini sempat digelari Tycoon of Cement. Setelah itu, The Gang of Four ditambah Ciputra, mendirikan perusahaan real estate PT Metropolitan Development, yang membangun perumahan mewah Pondok Indah dan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai.

Selain itu, Om Liem juga mendirikan kerajaan bisnis bidang automotif di bawah bendera PT Indomobil. Bahkan, merambah ke bidang perbankan dengan mendirikan Bank Central Asia (BCA) bersama Mochtar Riyadi. Belakangan Mochtar Riady membangun Lippo Bank.

Seperti diketahui, Taipan bisnis Indonesia, Pendiri PT Indofood Sukses Makmur Tbk dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Sudono Salim alias Liem Sioe Liong, meninggal dunia kemarin, Minggu 10 Juni 2012, di Singapura, pada pukul 15.50 waktu setempat.

Jenazah Om Liem akan disemayamkan di Mount Vernon Funeral Parlours, 121 Aljunied Road, Singapura hari ini, Senin (11/6/2012). Jenazah almarhum akan dikebumikan tanggal 17 Juni 2012 mendatang di Chua Chu Kang, Singapura. (bro)

(hri)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Jokowi Kembali ke Jakarta Usai dari Kupang