Tak Kunjung Direspon, Dua Pendemo Nekat Jahit Mulut

Selasa, 12 Juni 2012 03:23 wib | Wahyudi Siregar - Okezone

Tak Kunjung Direspon, Dua Pendemo Nekat Jahit Mulut Foto: Wahyudi Siregar/Okezone Medan – Aksi pendemo yang telah beberapa malam menginap di depan kantor DPRD Sumatera Utara semakin nekat. Setelah tiga rekannya dilarikan ke rumah sakit akibat gangguan pencernaan, dua dari 11 pendemo yaitu H Silitonga (32) dan Norman Sidabutar (36), kini melakukan aksi dengan menjahit mulut.  
Dewan Kesehatan Rakyat (DKR), salah satu lembaga yang mendampingi para pendemo mengaku aksi jahit mulut ini akan dilakukan terhadap satu pendemo setiap harinya, hingga tuntutan para pendemo dipenuhi.
 
"Aksi demo ini bentuk kekecewaan kita, karena hingga hari ini belum ada satupun institusi pemerintah yang menanggapi tuntutan mereka. Hari ini ada 11 pemogok makan,  dua diantaranya sudah jahit mulut, mulai besok mereka bertekad akan menambah satu setiap hari sampai ini diselesaikan." kata Ketua DKR Sumatra Utara (Sumut) Sugianto pada Okezone Senin (11/6/2012)
 
Sugianto mengaku aksi ini tak akan dihentikan meski korban mulai berjatuhan. Jumlah peserta aksi mogok makan dan jahit mulut pun akan terus bertambah jika pemerintah belum mengambil keputusan yang berpihak pada mereka.
 
"Kalau belum ada kepastian, mereka tak akan berhenti, tiga korban yang sudah dilarikan kemarin sudah digantikan dengan yang pendemo lainnya, dan ini akan terus berlanjut."Tambahnya
 
Untuk diketahui, aksi unjuk rasa puluhan petani dari tiga desa di Padang Lawas ini, dilakukan setelah dua perusahaan perkebunan yang diduga dibekingi oknum aparat Kepolisian menyerobot lahan yang dikelola warga. Aksi penyerobotan ini juga diikuti dengan pembakaran seluruh rumah warga yang dibangun diatas lahan tersebut dan penahanan seorang warga bernama Sinur Situmorang. Penganiayaan terhadap sejumlah warga pun ikut mewarnai aksi tersebut.
 
Para pengunjuk rasa menuntut agar lahan yang diserobot dikembalikan, dan seluruh pihak yang terkait pengerusakan dibawa kejalur hukum, termasuk Kapolres Tapanuli Selatan yang dianggap telah melakukan pembiaran atas kasus tersebut.
(ydh)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »