Mashuri, Si Doktor Pasir Besi dari ITS

|

Ilustrasi : ist.

Mashuri, Si Doktor Pasir Besi dari ITS
JAKARTA - Dosen Fisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Mashuri menciptakan bahan penyerap gelombang mikro dengan bahan baku yang jauh lebih murah. Pasir besi yang dipilihnya sebagai bahan utama riset pun menjadi yang pertama dan satu-satunya di dunia saat ini. Bahkan, lewat riset tersebut, Mashuri meraih gelar doktor.

Saat ini, teknologi siluman (stealth technology) banyak digunakan pada badan pesawat terbang atau kapal untuk keperluan militer. Penggunaan Radar Absorber Materials (RAM) yang mampu mengaburkan gelombang radar pun dijual dengan harga yang mahal.

Dalam disertasinya, Mashuri mengunakan metode kopresipitasi dalam pembuatan RAM, yakni, sebuah metode sintesis senyawa anorganik dengan cara pengendapan lebih dari satu substansi. Dengan metode tersebut, dia menyulap pasir besi menjadi RAM dengan harga yang relatif jauh lebih murah.

''Indonesia punya banyak sumber daya alam yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Sebab, diketahui kandungan besi oksida dalam pasir besi menyimpan potensi teknologi tinggi. Partikel nano besi oksida (NiZnferit) inilah yang kemudian dimanfaatkan sebagai RAM," ujar Mashuri, seperti disitat dari ITS Online, Selasa (12/6/2012).

Selain inovatif, teknologi RAM hasil penelitian Mashuri ternyata juga sangat memuaskan. Berdasarkan hasil pengujian, RAM buatan Mashuri memiliki Reflection Loss tidak lebih dari -20 desibel. Artinya, RAM ini mampu menyerap gelombang radar hingga 99 persen tanpa dipantulkan kembali. Pengukuran ini dilakukan di Jepang menggunakan Vector Network Analyzer (VNA).

Secara khusus, Mashuri memilih pasir besi Lumajang dalam risetnya. Ketersediaan yang melimpah dan harga yang murah menjadi pertimbangan utama. "Setiap 10 gram pasir dapat dijual seharga Rp1,8 juta setelah diproses menjadi besi oksida. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat juga dapat ditingkatkan,'' kata pria kelahiran Magetan itu.

Dia berharap, akan ada kerjasama berkelanjutan terhadap hasil riset ini. ''Saya mengharapkan kerjasama dari teman-teman teknik untuk pengembangan riset ini yang dibutuhkan dalam pemasangan RAM ini pada badan pesawat. Lewat kerjasama yang sinergis, ITS juga dapat menciptakan kemandirian teknologi alutsista nasional dengan dukungan dari pemerintah, terutama kementerian pertahanan," tuturnya.(mrg) (rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Raja Solo Akhirnya Angkat Bicara Atas Pelecehan Seksual