Ingin Jadi Dokter, Nurul Ikuti SNMPTN di Ambulans

Ambulans tempat Nurul mengerjakan soal SNMPTN (Foto: Iman H/Okezone)

Ingin Jadi Dokter, Nurul Ikuti SNMPTN di Ambulans
BANDUNG - Sakit tak menyurutkan niat Nurul Hijja (17) untuk mengikuti ujian tulis SNMPTN. Meskipun ujian tersebut harus dijalani di dalam mobil ambulans.

Nurul Hijja menderita sakit maag kronis. Sejak enam hari lalu, siswi SMU Pribadi Boarding School Bandung ini harus dirawat di RS Santo Yusuf, Bandung. Hingga hari pelaksanaan SNMPTN, Nurul masih terbaring lemah. Namun karena bercita-cita ingin jadi dokter dan bisa masuk ke kampus negeri, Nurul tetap mengikuti SNMPTN yang digelar Panitia Lokal Bandung.

Nurul mengerjakan soal demi soal di dalam ambulans bernomor polisi B 8975 CT yang diparkir tidak jauh dari tempat pelaksanaan SNMPTN Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). Nurul didampingi dua orang pengawas yang membacakan soal. Sementara kedua orangtuanya, Rahudin (54) dan Halimah (49), menunggu di luar ambulans.

Rahudin berkata, puterinya memilih program Pendidikan Dokter di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, dan Pendidikan Dokter Gigi di Universitas Brawijaya (UB), Malang. Nurul merupakan puteri ketiga dari enam bersaudara asal Riau.
 
"Kalau saya larang, sebenarnya enggak boleh ikut, tapi dia malah lebih stres karena dilarang. Dia ingin ikut SNMPTN," kata Rahudin, di sela pelaksanaan SNMPTN di Kampus ITB, Selasa (12/6/2012).

Karena Nurul mengotot, lanjut dia, pihak keluarga merelakannya untuk ikut SNMPTN. Awalnya keluarga meminta supaya panitia memfasilitasi pengerjaan soal di RS, tetapi kebijakan panitia mengharuskan Nurul datang ke lokasi dan mengerjakan soal di dalam ambulans.

"Saya harapan, apa yang diinginkan Nurul tercapai. Dia juga tetap optimistis. Mungkin dalam keadaan begini, semangatnya jadi lebih tinggi," ujarnya. (rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    KPK Minta Jokowi Konsisten Berantas Korupsi