Mantan PM Norwegia Ditolak Masuk China

Mantan PM Kjell Magne Bondevik (Foto: Hurriyet Daily News)

Mantan PM Norwegia Ditolak Masuk China
OSLO - Pemerintah China dilaporkan menolak kehadiran mantan Perdana Menteri Norwegia Kjell Magne Bondevik di negaranya. Sikap ini ditegaskan melalui penolakan Kedutaan Besar China untuk memberikan visa bagi Bondevik.

Bondevik yang sempat menjabat sebagai PM Norwegia periode 1997-2000 dan 2001-2005 ini sebelumnya dijadwalkan akan menghadiri seminar Dewan Gereja di China dalam pekan ini. Namun, hal tersebut batal setelah pihak Kedubes China menolak memberikan visa.

Kencang berhembus kabar bahwa penolakan ini terkait dengan pertikaian diplomatik atas pemberian Hadiah Nobel Perdamaian 2010 kepada seorang pembangkang pemerintah China Liu Xiaobo. Kabar ini muncul setelah diketahui bahwa Bondevik merupakan satu-satunya peserta dari 30 peserta lainnya yang ditolak masuk ke China.

"Ini adalah sebuah ketidakberuntungan. Saya yakin pertemuan Dewan Gereja akan tetap berlangsung meski tanpa Saya namun, Saya tetap berharap dapat menghadirinya. Peristiwa ini membuktikan China masih menekankan permasalahan pemberian Hadiah Nobel Perdamaian kepada Liu, bahkan setelah dua tahun berlalu," ujar Bondevik yang dikutip AFP Rabu, (13/6/2012).

Mantan PM Norwegia itu menambahkan, Kedubes China sendiri tidak pernah memberikan alasan yang jelas terkait dengan penolakan visa yang diajukannya. Kedubes China di Oslo pun menolak berkomentar terkait masalah ini.

"Saya pribadi tidak memiliki hubungan dengan Liu namun, mungkin saja Pemerintah China melihat pidato Saya yang menyambut baik penganugerahan Nobel Perdamaian kepada Liu," tutur Bondevik.

Hubungan diplomatik kedua negara (Norwegia dan China) mengalami ketegangan sejak Oktober 2010 lalu. China dilaporkan tidak dapat menerima tindakan Norwegia yang mendukung pemberian Nobel Perdamaian kepada Liu yang pada saat itu masih meringkuk di penjara.

Beijing menilai tindakan Norwegia yang menganugerahi Nobel Perdamaian kepada Liu adalah sebuah lelucon dan bentuk dari intervensi atas masalah dalam negeri China.

Norwegia menolak tudingan China dan menegaskan bahwa Komite Pemilihan Nobel bersifat independen dalam menentukan pemenang Nobel. Namun, tampaknya China tidak yakin dengan hal ini. Pasalnya, sejauh ini sebelum Bondevik sudah dua anggota Komiter Parlemen Norwegia yang ditolak masuk ke China.
(rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Tentara Tunisia Tewas Diserang Teroris