KPK kembali panggil 2 saksi kasus Perda PON

|

foto: dok. okezone

KPK kembali panggil 2 saksi kasus Perda PON

Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Riau Lucky Agus Janapria dan anggota DPRD Riau Abdul Wahid sebagai saksi dalam kasus dugaan suap revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan PON ke-18 di Riau.

Juru bicara KPK Johan Budi mengatakan, keduanya diperiksa oleh KPK sebagai saksi untuk melengkapi berkas penuntutan para tersangka dalam kasus itu.

"Keduanya dipanggil sebagai saksi untuk melengkapkan berkas penyidikan," katanya melalui pesan singkat kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/6/2012).

KPK sendiri sebelumnya telah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi yakni, Ajudan Gubernur Riau Rusli Zaenal, Said Faisal, dan Sekretaris Daerah Provinsi Riau Wan Syamsir Yus pada Selasa 12 Juni 2012 kemarin.

Seperti diketahui dalam kasus suap revisi Perda 6 tahun 2010 tentang venue menembak PON Riau ini KPK sudah menjerat 6 tersangka, diantaranya staf PT PP (Persero) Rahmat Syahputra, pegawai Dispora Riau Eka Dharma Putra, dan mantan Kadispora Riau Lukman Abbas. Ketiganya disangka telah memberi suap senilai Rp900 juta. (lil)

(hri)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    • Hukum

      Menko Kesra pekan ini dipanggil KPK

      Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pekan ini akan melayangkan surat pemangglan ulang kepada Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono untuk dimintai keterangan terkait kasus suap PON Riau ke-18.

    • Hukum

      Dipanggil KPK, Sesmenpora kembali mangkir

      Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedianya akan meminta keterangan Sesmenpora RI Yuli Mumpuni Windarso terkait kasus suap pembahasan Perda tentang PON Riau ke-18.

    • Hukum

      Anas bantah ditanya KPK soal Andi Mallarangeng

      Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengaku tidak dimintai keterangan oleh Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Malarangeng.

    • Hukum

      Demokrat tidak akan campuri kasus Hartati

      Demokrat tidak akan mencampuri pencekalan terhadap anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hartati Murdaya dalam kaitan kasus dugaan suap penerbitan hak guna usaha (HGU) lahan perkebunan di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

    • Hukum

      Korupsi PON, KPK akan periksa Sesmenpora

      KPK kembali akan memeriksa Sesmenpora Yuli mumpuni Windarso sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pembahasan perubahan Perda Nomor 6 Tahun 2010 mengenai penyelenggaraan PON ke-18 di Riau.

    • Hukum

      Sopir pribadi Anas diperiksa KPK

      Selain Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga memeriksa sopir pribadi Anas, Riyadi.

    • Hukum

      PPP usul pembangunan Hambalang dihentikan

      Anggota Panja Hambalang Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Reni Marlinawati mengusulkan agar pembangunan proyek Hambalang dihentikan terlebih dahulu.

    • Hukum

      Pantau media, Anas ikuti pemberitaan Hambalang

      "Saya membaca berita mengenai keterangan dari juru bicara KPK bahwa keterangan saya akan didalami lebih jauh. Mudah-mudahan bisa membantu KPK, apa sesungguhnya yang disebut sebagai kasus Hambalang," ujar Anas.

    • Hukum

      Anas tepati janji, penuhi panggilan KPK

      Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum kembali mendatangi Gedung KPK. Anas diperiksa atas dugaan korupsi proyek pembangunan pusat olahraga di bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

    • Hukum

      Inilah alasan KPK panggil Anas

      Keterangan Anas menjadi penting karena KPK berencana akan mengadakan gelar perkara kasus dugaan korupsi dalam pembangunan pusat olahraga di Hambalang, Jawa Barat.

    Baca Juga

    Wajah Wanita Ini Lebam Dihajar Sang Pacar