Beroperasi Sejak 2007, Sucipto Hasilkan 1.600 Ijazah Palsu

|

Ijazah palsu yang diamankan polisi (Foto: Nurul/okezone)

Beroperasi Sejak 2007, Sucipto Hasilkan 1.600 Ijazah Palsu

SURABAYA- Polda Jawa Timur (Jatim) menangkap Sucipto. Warga Jalan Hasanuddin, Malang, Jatim, itu diketahui telah menghasilkan 1.600 ijazah palsu. Tidak tanggung-tanggung, Sucipto membuat ijazah tersebut mulai tingkatan S1, S2, dan S3.

"Dari hasil data yang kami peroleh, terdapat 1.600 ijazah (palsu) yang sudah beredar. Ini yang terdata, kita tidak tahu yang tak terdata," kata Kanit HAKI Subidit I Direskrimsus Polda Jatim, Kompol Arisandi, di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Rabu (13/6/2012).

Dari jumlah tersebut, katanya, di dominasi oleh ijazah Akta-4 dengan persentase 62 persen, 31 persen ijazah S1, 4 persen ijazah S2, dan 1 persen ijazah S3.

Arisandi menambahkan, maraknya pengguna ijazah palsu Akta-4 karena diperlukan untuk mengajar. "Masih kami telusuri sebab pengguna terhadap ini juga bisa dijerat pidana," tegasnya.

Tidak hanya memalsukan ijazah, pelaku juga membuka kelas jauh di Malang dengan kerjasama sebuah lembaga pendidikan di Malang. "Kami sudah melakukan pemeriksaan ke Kopertis, ternyata perkuliahan yang dilakukan tersangka tidak terdaftar," katanya.

Melihat banyaknya barang bukti, polisi menyakini tersangka tidak bekerja sendiri. Ada pihak-pihak yang membantu, namun polisi memastikan Sucipto menjadi tersangka utama. "Dia tidak sendirian ada pihak-pihak yang membantu. Kami juga akan mendalami keterlibatan orang dalam untuk pembuatan Ijazah Palsu ini," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polda Jatim menggerbek bisnis pembuatan Ijazah Palsu. Sucipto membuat ijazah di tiga perguruan tinggi swasta, yakni Universitas Dokter Soetomo Surabaya, Univeristas Darul 'Ulum (Undar) Jombang dan Universitas Merdeka Malang.

Dalam membuat satu ijazah, Sucipto memiliki tarif yang bervariasi, yakni ijazah S1 dipatok seharga Rp20 Juta, S2 seharga Rp30 Juta, dan S3 seharga Rp75 Juta.

(kem)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Disparbud DKI Kenalkan Seni Betawi ke Timur Tengah