Ini Empat Kesalahan Anas Urbaningrum

Kamis, 14 Juni 2012 18:25 wib | Tegar Arief Fadly - Okezone

Anas Urbaningrum Anas Urbaningrum JAKARTA- Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum akhir-akhir ini mendapat tekanan yang besar dari beberapa kader internal partainya. Mereka mendesak agar Anas mengundurkan diri dari posisi ketua umum partai.

Desakan tersebut muncul lantaran Anas diduga terlibat dalam kasus korupsi yang diungkapkan oleh mantan koleganya, Muhammad Nazaruddin.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP Partai Demokrat, I Gede Pasek Suardika menganggap, munculnya desakan tersebut sangatlah wajar. Sebab, kata Pasek, Anas dianggap oleh musuh-musuh politiknya berbahaya, karena mantan ketua umum PB HMI itu adalah calon potensial pemimpin masa depan.

"Kesalahannya Anas itu, pertama dia orang muslim, dia orang Jawa, tokoh pemuda, dan dia pemimpin partai besar. Seandainya Anas hanya ketua fraksi biasa saja, enggak mungkin seperti itu," tuturnya saat berbincang dengan wartawan di DPR, Jakarta, Kamis (14/06/2012).

Untuk itu, Pasek menyarankan agar Anas dengan legowo menerima kesalahan takdir tersebut. "Saran saya ya terimalah kondisi kesalahan sejarah itu. Sehingga bisa diperlakukan seperti ini," tutup Pasek.

Sebeumnya,  ketua DPP Partai Demokrat, Ruhut Sitompul meminta agar Anas mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Umum. Selain Ruhut, anggota Dewan Kehormatan Partai Demokrat Jero Wacik juga meminta hal yang sama.

Jero mengatakan, Anas dan kader partai lainnya, Andi Mallarangeng harus mundur bila keduanya terbukti terlibat dalam korupsi. “Semua kan ada aturannya,” tegas Jero.

Kata Jero, Demokrat ingin menjadi partai yang baik dan bersih. “Kami punya AD/ART bahwa partai ini punya etika yang jelas, punya will yang jelas, harus kadernya semua jadi kader yang bersih, cerdas, dan santun. Yang tidak mau bersih, cerdas, dan santun, silakan keluarlah dari partai,” imbuhnya. (ugo)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »