NASIONAL

Cukup Dilumpuhkan, Polisi Tak Perlu Tembak Mati Mako Tabuni

Sabtu, 16 Juni 2012 14:39 wib
K. Yudha Wirakusuma - Okezone
Ilustrasi Papua (Foto: Reuters) Ilustrasi Papua (Foto: Reuters)

JAKARTA - Banyak pihak menyesalkan penembakan yang menewaskan Ketua I Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Mako Tabuni oleh polisi. Seharusnya, polisi cukup menangkap dan melumpukan Mako.

Asisten-5/Otsus Deputi-I Poldagri, Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Brigjen TNI Sumardi mengatakan, pihaknya akan melatih aparat keamanan agar mampu menembak musuh tidak sampai tewas.

"Tapi ini dinamika di lapangan. Meski bagaimana seorang aparat berhadapan dengan musuh, pasti mereka ingin hidup toh. Pasti mereka menembak. Nah ini yang profesional prajurit atau TNI ini harus kita latih untuk menembak tapi tidak sampai mati. Ini harus kita tekankan," kata Sumardi usai diskusi Polemik Sindo Radio di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/6/2012).

Dia mengatakan, dari kunjungan pihaknya ke Papua beberapa waktu diketahui terdapat dua kelompok, yakni kelompok Elvis dan Simon yang menginginkan agar Sekda dengan Bendahara diganti.

"Dana-dana disana enggak tersalurkan oleh mereka berdua. Di daerah Puncak. Kita berikan surat rekomen kepada Kemendagri biar Mendagri yang menindaklanjutinya," imbuh dia.

Nantinya, kata dia, Menko Polhukam, Kepala BIN, Kapolri, Panglima TNI dan Mendagri akan berkunjung ke Papua. "Agendanya untuk dengarkan langsung dari Pangdam, Gubernur tentang apa yang terjadi di sana karena mereka yang bertanggung jawab," ungkapnya.
(ded)

Berita Selengkapnya Klik di Sini
  • rismanto » 0 Tanggapan
    ko bgini jadix
    Beri Tanggapan Laporkan
  • papua » 0 Tanggapan
    pasti bisa,biarkan kami hidup sendiri
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Mace Entrop » 0 Tanggapan
    Mamaaa yoo,,, ko bilang tra perlu tembak mati dorang? Nyawa dorang tra sebanding de pu korban...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • antok tw » 0 Tanggapan
    Bagian apapun yang ditembak,misalkan paha atau lengan...tapi mengeluarkan banyak darah,90% korban tetap bisa tewas...itu takdir !
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ronald kabak » 0 Tanggapan
    hai polisi?. gw sumpahin lo-lo semua yang pada makan darah orang susah mudah-mudahan elo di dalam dunia di siksa mati ngga hidup ngga, dan juga bila mati ya Allah?? semoga masukan mereka semua di dalam neraka paling dalam!!!! ya Allah?.. jadikan mereka kerak nerakaMu?. Amin
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Bredyredy sunggoro sundullangit » 0 Tanggapan
    Pemerintah memang payah. Seharusnya pemerintah berpikir kenapa semua kekerasan di papua terjadi??? Karena mereka merasa terjajah, terjajah oleh kebodohan pemerintah yang menggadaikan tanah dan kekayaan papua kepada amerika. Kekayaan papua dikeruk habis habisan sedangkan mereka tidak merasakan manfaay apa apa selain hanya kemiskinan dan penderitaan
    Beri Tanggapan Laporkan
  • sbs » 0 Tanggapan
    Biarkanlah papua merdeka, biar mereka mengurus diri sendiri, itu jauh lebih baik
    Beri Tanggapan Laporkan
  • pensil tumpul » 0 Tanggapan
    bukan banyak yg menyesalkan,tp u aja yg menyesalkan tu bersama pendukung2 yg ppo kpd ny.. U membuat berita ini tdk berdasarkan fakta..wartawan doodoong memang u..klo penjahat tu dimatikan aja biar virus kejahatanny gk menular lg macam yg dah menular ma u
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.

getting time ...

 
Berita
Terpopuler
Komentar Terbanyak
BACA JUGA »