JAKARTA - Banyak pihak menyesalkan penembakan yang menewaskan Ketua I Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Mako Tabuni oleh polisi. Seharusnya, polisi cukup menangkap dan melumpukan Mako.
Asisten-5/Otsus Deputi-I Poldagri, Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Brigjen TNI Sumardi mengatakan, pihaknya akan melatih aparat keamanan agar mampu menembak musuh tidak sampai tewas.
"Tapi ini dinamika di lapangan. Meski bagaimana seorang aparat berhadapan dengan musuh, pasti mereka ingin hidup toh. Pasti mereka menembak. Nah ini yang profesional prajurit atau TNI ini harus kita latih untuk menembak tapi tidak sampai mati. Ini harus kita tekankan," kata Sumardi usai diskusi Polemik Sindo Radio di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/6/2012).
Dia mengatakan, dari kunjungan pihaknya ke Papua beberapa waktu diketahui terdapat dua kelompok, yakni kelompok Elvis dan Simon yang menginginkan agar Sekda dengan Bendahara diganti.
"Dana-dana disana enggak tersalurkan oleh mereka berdua. Di daerah Puncak. Kita berikan surat rekomen kepada Kemendagri biar Mendagri yang menindaklanjutinya," imbuh dia.
Nantinya, kata dia, Menko Polhukam, Kepala BIN, Kapolri, Panglima TNI dan Mendagri akan berkunjung ke Papua. "Agendanya untuk dengarkan langsung dari Pangdam, Gubernur tentang apa yang terjadi di sana karena mereka yang bertanggung jawab," ungkapnya.
(Dede Suryana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.