Bekal Rp600 Ribu, Juli Kuliah di IPB

|

Image: corbis.com

Bekal Rp600 Ribu, Juli Kuliah di IPB

JAKARTA - Biasanya, sebagai mahasiswa baru kita akan mendaftar ulang di kampus dengan ditemani orangtua. Tetapi, di tengah hiruk-pikuk masa pendaftaran mahasiswa baru di Institut Pertanian Bogor (IPB), Juliana datang seorang diri.

Juli, demikian dia biasa disapa, merupakan alumnus SMA 1 Tayu Pati, Jawa Tengah. Tidak hanya seorang diri, dia juga hanya membawa uang Rp600 ribu, pemberian guru-guru sekolahnya, ketika mendatangi kampus pilihannya tersebut.

Juli memang datang bukan dari keluarga berada. Sang ibu hanya bekerja sebagai pengupas kacang. Sementara sang ayah, meninggalkan Juli dan adiknya sejak kecil.

"Ibu mengupas kacang hingga tangannya melepuh, dan dibayar Rp20 ribu untuk tiap karung kacang yang dikupasnya. Sementara ayah tiri saya menjadi supir, penghasilannya sekira Rp500 ribu per bulan, itu pun tidak tentu," ujar Juli.

Juli tidak tinggal diam. Dia pun bekerja sebagai pelatih pramuka dan guru mengaji setiap pulang sekolah. Dari pekerjaannya ini, dia mendapat bayaran Rp60 ribu per bulan. Juli juga berjualan pulsa elektrik dengan bantuan modal dari temannya.

Di tengah minimnya kondisi perekonomian keluarganya, asa Juli mendapatkan pendidikan tinggi tidak redup. Dia pun mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Jalur Undangan dan memilih Departemen Ilmu Gizi IPB.

Sejak dulu, Juli memang ingin masuk IPB. Terlebih lagi ketika mengetahui kampus pertanian ini peduli pada mahasiswanya yang tidak mampu. Juli pun tidak perlu memusingkan biaya kuliah hingga lulus nanti berkat Bidik Misi yang diterimanya.

"Alhamdulillah, akhirnya saya bisa kuliah, terima kasih IPB telah memberikan kesempatan  sangat berharga ini pada saya," kata Juli.

(rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Alat Bukti Tak Kuat, Kasus BISM Bisa Dihentikan