Penambahan 10% Kuota PTN Sulitkan PTS

|

Image: corbis.com

Penambahan 10% Kuota PTN Sulitkan PTS

BANDUNG – Asosiasi Badan Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPTSI) Jabar memprotes kebijakan pemerintah terkait penambahan kuota 10 persen mahasiswa di perguruan tinggi negeri (PTN). Penambahan kuota ini dinilai tidak berpihak dan akan mematikan perkembangan perguruan tinggi swasta (PTS) yang selama ini terbatas.

"Pemerintah tak dapat ditebak maunya, barangkali ingin sama sekali membubarkan saja PTS. Kalau benar dugaan itu, tidak usah ada penerimaan di swasta kalau ternyata pemerintah menambah kuota di PTN," kata Ketua ABPTSI Jabar Sali Iskandar kemarin.

Menurut Sali, tahun ini akan ada penambahan 16 ribukuota tambahan mahasiswa di PTN seluruh Indonesia. Sementara kuota awal mahasiswa sudah mencapai 160 ribu. "Penambahan kuota ini jelas-jelas akan menimbulkan masalah bagi PTS. Sebab, selama ini PTS sudah kesulitan karena tidak semua PTS kondisinya mapan," katanya.

Di Jawa Barat terdapat 427 PTS, dan hanya sebagian kecil yang kondisinya mapan. Pimpinan Yayasan Pendidikan Al-Ghifari ini mengaku, PTS miliknya tidak sekuat PTS besar. Oleh karena itu, pihaknya akan melayangkan surat protes keras kepada pemerintah terkait penambahan kuota penerimaan di PTN tersebut.

Protes itu akan dilayangkan melalui surat resmi kepada Presiden, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud, dan DPR. Selama ini pihaknya mengkritk kebijakan pemerintah yang terus-menerus memberikan bantuan kepada PTN, padahal PTN sendiri sudah besar dengan jumlah mahasiswa yang banyak. Belum lagi biaya yang dipungut dari mahasiswa yang jumlahnya juga tidak sedikit.

Berbagai kebijakan yang diberlakukan ini, kata Sali, tidak adil bagi PTS. Bukan hanya diskriminasi dalam bantuan, kebijakan seperti pola akreditasi kepada PTN atau PTS jelas-jelas membuat PTS semakin sulit. "Pola dan sistem akreditasi sama, tetapi bantuan dan fasilitas yang diberikan berbeda," katanya. (gita pratiwi/koran si)

(rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Pimpinan DPR Ajak KIH Duduk Bersama