Ijazah Palsu, Kopertis Lepas Tangan

|

Image: corbis.com

Ijazah Palsu, Kopertis Lepas Tangan

SURABAYA – Kasus ijazah palsu yang dibongkar Polda Jatim mendapat tanggapan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VII Jawa Timur (Jatim) . Hanya saja, Kopertis tampaknya lepas tangan dalam masalah tersebut.

"Kopertis itu tidak punya kewenangan untuk membuat ijazah," kata Ketua Kopertis Wilayah VII Jatim Sugijanto, kemarin.

Menurut Sugijanto, sejak terbitnya SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI No 184 Tahun 2001, Kopertis tidak punya kewenangan banyak. Dalam SK tersebut, disebutkan bahwa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) diberi otonomi untuk melaksanakan berbagai tindakan termasuk dalam hal ijazah.

Dengan begitu, jika ada masalah maka seharusnya yang bertanggungjawab adalah pihak PT yang bersangkutan. Namun Sugijanto menegaskan, kasus ijazah palsu rawan terjadi jika PTS bersangkutan mengalami konflik. Seperti kasus di Universitas Dr Soetomo (Unitomo). Hal itu terbongkar karena ada alumninya yang memprotes ijazahnya tidak laku saat dipakai untuk melamar kerja. Setelah ditelusuri, baru diketahui ternyata pelakunya adalah mantan dosen.

"Rata-rata yang bermasalah seperti itu adalah PTS yang ada konflik," tegasnya.

Kopertis VII Jatim membawahi 329 PTS. Dari jumlah tersebut yang bermasalah sekira 10 PTS atau tiga persen di antaranya. "Ada pihak yang menyalahgunakan otonomi kampus. Nah, bagi pihak-pihak yang dirugikan, sebaiknya segera melapor ke kepolisian," tegasnya.

Sugijanto berkata, jika ada informasi yang tak beres, pihaknya tidak segan untuk menegur pihak kampus. Mereka diminta untuk mengecek kebenaran ijazah tersebut. Jika ada kampus yang mokong, maka mereka akan ditegur terlebih dahulu. "Pokoknya kalau ada kampus-kampus yang bermasalah, maka sebaiknya masyarakat lebih waspada. Sebab, yang oknum kampus bersangkutan sering bermain dalam pengadaan ijazah," tukasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya Ulul Albab mengatakan, pihaknya telah memberikan dukungan kepada proses pengusutan ijazah palsu yang dilakukan Polda Jatim. Sebab, kasus ijazah palsu sangat mengganggu Unitomo sebagai pihak yang dipalsukan. "Kami sangat terganggu dengan pemalsuan ini. Kami akan terus mendukung upaya Polda dalam menyelidiki kasus ini," katanya. (arief ardliyanto/koran si)

(rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Polisi Australia Temukan Delapan Anak Tewas Tertusuk