Pelabuhan Pontianak perlu diperluas

Ilustrasi

Pelabuhan Pontianak perlu diperluas


Sindonews.com - Jumlah kontainer atau peti kemas Pelabuhan Dwikora milik Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II pada 2011 ditargetkan sekitar 124.429 kontainer di Pelindo II Cabang Pontianak. Namun kini jumlah kontainer atau peti kemas yang disimpan di Cabang Pontianak sudah melampaui batas.

Pada 2008, jumlah kontainer sebanyak 126.884, kemudian di 2009 meningkat menjadi 131.753. Lalu pada 2010 jumlah kontainer menjadi 147.961, dan capaian di 2011 meningkat, bahkan melampaui batas kapasitas menjadi 171.133 kontainer. Sementara kapasitas terpasang lapangan peti kemas yang ada di Pelabuhan Dwikora Pontianak hanya dapat menampung 3.409 kontainer.

“Se-Indonesia sendiri, kontainer yang ada di Kalbar terbanyak kedua setelah Jakarta,” kata Kabag Humas dan Supervisor Pemasaran PT Pelindo II Cabang Pontianak, Satmunar, Selasa (19/6/2012).

Menurut Satmunar, di Jakarta memiliki tingkat perekonomian yang tinggi terhadap pergerakan kontainer. Sementara di Pontianak banyak kontainer kosong akibat pergerakan barang yang tidak terlalu banyak. “Ini yang menyebabkan kontainer yang menumpuk lebih banyak di pelabuhan,” ungkapnya.

Satmunar menjelaskan, kelebihan kapasitas jumlah kontainer, Pelindo melakukan penambahan perluasan lahan seluas 50 hektare (ha) di Jungkat dan 1,6 ha di kawasan Pelabuhan Dwikora. Saat ini lahan tersebut sedang proses pembangunan teinal kontainer.

“Kami menambah kawasan perluasan untuk kontainer sendiri di kawasan Pelindo hingga Jeruju seluas 1,6 ha dengan panjang 168 meter. Selain itu juga penambahan dilakukan di daerah Jungkat dengan perluasan 50 ha,” jelas Satmunar.

Saat ini, PT Pelindo baru memiliki gudang penumpukan di Pelabuhan Pontianak dengan luas 5.390 meter persegi dan kapasitas menampung 13.416 ton. Kemudian gudang penumpukan kontainer berada di Nipah Kuning dengan luas lahan 750 meter persegi berkapasitas sebanyak 1.200 ton.

"Untuk fasilitas lain seperti lapangan penumpukan, Pelindo sendiri memiliki lapangan penumpukan kontainer di Pelabuhan Pontianak seluas 58.898 meter persegi dengan kapasitas 68.020 ton. Sementara lapangan penumpukan di Pelabuhan Nipah Kuning seluas 26.105 meter persegi dengan kapasitas 41.768 ton,” jelas dia.

Satmunar menambahkan, rencana pembangunan pelabuhan Pontianak, salah satunya akan dibangunnya pengembangan pembangunan penyimpangan kontainer yard ex Aspalindo dan noalisasi parit. Kemudian pengembangan pembangunan kontainer yard ex kolam 06. Selain itu, relokasi Kantor KPLP dan relokasi workshop alat berat, pembangunan deaga 09 serta pengembangan pembangunan lahan ex sawmill.

Perluasan kawasan untuk penyimpanan peti kemas ini, sebenarnya tidak saja dapat dilakukan oleh Pelindo. Melainkan dapat dilakukan oleh masyarakat biasa dengan beberapa ketentuan yang harus dipenuhi. Namun, agar peti kemas yang ada dapat disimpan dengan lahan yang dimiliki sendiri oleh masyarakat luas.

“Terkait kurangnya kawasan untuk penyimpanan peti kemas ini, Pelindo memberikan kesempatan kepada masyarakat luas yang memiliki tanah kosong seluas minimal 1-2 ha untuk membangun depo dengan prospek yang sangat baik,” jelasnya.

Kesempatan menyewakan depo untuk peti kemas ini, diungkapkan Satmunar, merupakan prospek yang baik kepada masyarakat luas dengan penghasilan yang sangat menguntungkan. Tentunya harus bekerja sama dengan PT Pelindo. “Yang jelas keuntungan akan didapat, selain keamanan serta jasa barang terhadap kontainer sendiri juga pasti dijamin,” tegasnya. (bro)



(hri)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Dibawa Kabur Pacar, Siswi SMA Disiksa & Disetubuhi