Janji Sang Pemimpin yang Tak Dikenal*

|

 Janji Sang Pemimpin yang Tak Dikenal*

JAKARTA – Pemilihan umum kepala daerah (pilkada) DKI Jakarta tinggal menghitung hari. Jalan sudah ramai dengan bermacam-macam spanduk, baliho, brosur dan pamflet kampanye para calon. Ramai mereka suarakan janji-janji untuk masyarakat Jakarta. Tentang perubahan, untuk Jakarta menjadi lebih baik lagi.

Macet dan banjir masih menjadi topik hangat yang disuarakan oleh para calon pemimpin Jakarta ini. Mereka berjanji akan mengurangi kemacetan dan banjir yang sudah menjadi hal biasa untuk Jakarta.

Kemacetan di Ibu Kota memang sudah terbilang parah. Volume kendaraan yang terus meningkat menjadikan jalan Jakarta bagaikan lautan besi berjalan yang tiada habisnya. Tingkat polusi pun semakin meningkat. Sedikitnya terdapat 150 mikrogram polutan per meter kubik debu, data ini sudah tujuh kali lipat di atas standar polusi yang ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Banjir menjadi masalah kedua yang biasa dihadapi Jakarta. Volume sampah industri dan rumah tangga yang terus meningkat menyebabkan sulitnya menekan banjir agar tidak terjadi. Hingga saat ini, upaya pemerintah hanya baru bisa mengurangi banjir di beberapa titik.

Hanya tinggal 21 hari menjelang Pilkada Gubernur Jakarta periode 2012–2017. Namun ternyata, masih banyak warga Jakata yang belum mengenal para calon pemimpin kota ini. Salah satunya adalah Maryam. Perempuan 48 tahun ini berkata, masih belum tahu siapa saja yang menjadi calon Gubernur DKI Jakarta berikutnya. “Saya enggak tahu. Saya hanya tahu Fauzi Bowo sama yang dari PKS,” ujarnya.

Begitu pun dengan Maman. Pria 50 tahun ini hanya tahu Fauzi Bowo, Alex Noerdin, dan Jokowi. Maman dan Maryam menganggap, janji-janji yang biasa disuarakan para calon gubernur tentang kemacetan dan banjir adalah janji palsu belaka. Pada kenyataannya, masalah krusial tersebut memang tidak akan terselesaikan dalam lima tahun masa jabatan.

Sungguh ironi mengetahui masyarakat tidak mengenal calon pemimpin mereka sendiri. Para calon pemimpin yang katanya dekat dengan masyarakat ini pada nyatanya tidak “dekat” sama sekali. Walaupun demikian, mereka tetap berharap siapa pun yang menjadi gubernur Jakarta nanti, dialah yang akan membawa perubahan yang lebih baik untuk Jakarta dan masyarakatnya ke depannya.

Nizar Zulfikar

Mahasiswa Sampoerna School of Education

Peserta Workshop Okezone Ngampus: Be The real Okezone's Journalist

* Berita pertama yang masuk Newsroom Kampus - UPDM(B)

(rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Suster Bayi Fadlan Jadi Tersangka, Terancam Tujuh Tahun Bui