Industri Pangan Tak Akan Habis Diekplorasi

|

Ilustrasi : ist.

Industri Pangan Tak Akan Habis Diekplorasi
JAKARTA - Untuk memajukan sebuah industri, diperlukan inovasi yang tidak berkesudahan. Maka, guna memacu semangat inovasi dalam bidang agrikultur, Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung menghelat seminar yang bertajuk Masa Depan Pengembangan Produk Agroindustri di Indonesia.

Dalam seminar tersebut, hadir berbagai pembicara yang berkompeten di bidangnya. Mereka adalah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat (Jabar)  Ferry Sofwan Arif, Bussiness Development “Food Review” Andang Setiadi, dan dosen Unpad Iwan Setiawan. Masing-masing pembicara menekankan pentingnya kreativitas dalam suatu proses penemuan produk. Menurut Ferry, 44 juta jiwa penduduk Jabar sangat ideal untuk produk agribisnis.

"Industri pangan tidak akan pernah habis untuk dieksplorasi. Ide kreatif itu merupakan gabungan antara keinginan individu dengan kebutuhan pasar, sehingga akan tercipta produk inovatif yang berguna bagi masyarakat,” kata Ferry, seperti dikutip dari laman Unpad, Selasa (26/6/2012).

Andang pun berpendapat sama, ide kreatif dalam bidang agroindustri harus ditekankan pada beberapa hal. Di antaranya, go organic, enak dan nikmat, menyehatkan, dan mudah diperoleh. "Apabila suatu produk memiliki kualifikasi tersebut, maka saya yakin produk tersebut akan benar-benar berguna bagi masyarakat," tutur Andang.

Sementara itu, Iwan Setiawan berpendapat, kreatif adalah memikirkan sesuatu yang tidak dipikirkan orang lain. Penulis buku Agribisnis Kreatif ini juga menekankan, potensi produk agribisnis haruslah dipadu dengan kelimuan lain, seperti seni, budaya, arsitektur, periklanan dan ilmu lainnya agar tercipta suatu produk agribisnis kreatif yang benar-benar terintegrasi. “Mahasiswa adalah generasi yang kreatif, namun biasanya kreativitas itu terkendala dengan masalah promosi. Oleh karena itu, haruslah dipadukan dengan manajemen periklanan yang baik,” ungkap Iwan.(mrg) (rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Postingan di FB Dihapus Admin, Pengacara Ngamuk