NU: Awal Ramadan Kemungkinan 21 Juli

|

Ilustrasi hilal (Foto: Boscha.com)

NU: Awal Ramadan Kemungkinan 21 Juli

SURABAYA- PP Muhammadiyah secara resmi telah mengumumkan 1 Ramadan jatuh pada 20 Juli. Namun, hal berbeda justru dilakukan Nahdlatul Ulama (NU). Ormas Islam tersebut akan memutuskan 1 Ramadan setelah melakukan penghitungan atau rukyat.

Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) KH Sholeh Hayat mengisyaratkan adanya perbedaan penetapan awal Ramadan. Sesuai dengan metode Rukyatul Hilal Bil Fi'li, NU mengisyaratkan bulan sya'ban tahun ini disempurnakan menjadi 30 hari.

“Melihat posisi irtifak hilal di bawah 2 derajat, ada istimasi katagori sulit di-rukyat, sehingga akan menggunakan standar istikmal atau menggenapkan umur bulan sya'ban menjadi 30 hari, dan 1 Ramadan dimungkinkan Sabtu 21 Juli," terang Anggota Bandan Hisab dan Rukyat Pemprov Jatim kepada Wartawan, Selasa (26/6/2012).

Dia juga menambahkan, hasil perhitungan Kementrian Agama Jawa Timur yang diikuti oleh Ahli Astronomi dan Ilmu Falaq menyebutkan, hasil Hisab sampai Kamis 21 Juni lalu sudah ada enam rujukan kitab kuning.

Di antaranya, kitab Manahijul Hamidiyah, ijtimak Kamis 19 Juli pada pukul 11.25 Wib, Irtifa' Hilal pada 1.31 Derajat, sehingga 1 Ramadan pada Sabtu tanggal 21 Juli.

Sejumlah kitab kuning lainnya yang menjadi rujukan adalah Kitab Khulashoh Wafi'ah, Kitab Matlaussaid, Kitab Hisab Haqiqi, dan rujukan sistim Modren Newcom. Kemudian juga dengan sistim Epymiris yang mengacu pada Sabtu tanggal 21 Juli.

"Meski adanya potensi perbedaan, kami berharap Ormas Islam dan Pengikutnya bisa saling menghormati dalam menyikapi potensi perbedaan awal Ramadan tahun ini," pungkas pria yang juga anggota Komisi A DPRD Jawa Timur ini.

(kem)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Hadapi Banjir, Nur Mahmudi Tagih Kementerian PU Duit Rp451 M