Pernik Digital ala Prasetiya Mulya

|

Ilustrasi: ist.

Pernik Digital ala Prasetiya Mulya

JAKARTA - Sentuhan teknologi digital saat ini sudah mulai merata di berbagai lini kehidupan. Kita bisa berbelanja via internet, membayar tagihan lewat ATM, dan banyak lagi. Gaya hidup serba digital inilah yang menjadi dasar mahasiswa Prasetiya Mulya Business School (PMBS) berkreasi.

Dalam 7th Creatifest 2012, para mahasiswa PMBS memamerkan 36 produk yang mereka kembangkan dengan berlandaskan digital lifestyle. Berbagai karya inovatif dan kreatif ini merupakan tugas akhir para mahasiswa semester dua dalam mata kuliah Analytical and Creative Thinkinng (ACT).

Penanggung jawab CreatiFest 2012 Eko Suhartanto, MT, bertutur, kegiatan tahunan ini dimaksudkan mengajak para mahasiswa untuk mampu melihat masalah, mencari ide solusi kreatif, mematangkan ide, mewujudkan, memvisualisasikan, dan mempresentasikannya ke publik.

"Kami mengundang praktisi bisnis, akademisi, media massa, mahasiswa berprestasi, dan alumni untuk menilai produk-produk yang ditampilkan. Metode ini bertujuan agar mahasiswa mendapatkan pengalaman dan masukan dari pihak luar, dari situlah mereka akan dapat nilai kuliah yang sesungguhnya," kata Eko, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya kepada Okezone, Rabu (27/6/2012).

Eko menyebut, ada tiga kategori pameran dalam CreatiFest 2012. Kategori pertama, Creative Mobile Apps, memamerkan sejumlah produk berdaya guna tinggi seperti Smart Security System yang dapat mengamankan aset dan menghemat energi. Ada juga Busway Locator, sebuah solusi sistem untuk mendeteksi keberadaan Transjakarta dan memudahkan antrean; Fund it, sebagai sistem penggalang investor retail untuk bisnis atau proyek inovatif; serta Ava Concept yang menjawab masalah kesalahan ukuran pakaian dalam berbelanja online.

Kategori kedua, Creative Appliance, menghadirkan ParKING, sebuah sistem parkir yang mampu memudahkan penempatan lokasi parkir dan  melacaknya; dan e-Finger yang memanfaatkan teknologi sidik jari untuk menggantikan kartu ATM. Sementara pada kategori ketiga, Accessories, kita bisa menemukan Pupa, casing iPad berbentuk boneka yang bisa menjadi tas yang tahan banting atau Rapidus, tas iPad unik yang bisa dilipat-lipat. Di kategori ini juga kita bisa menjajal Sticky Pad, penyangga i-Pad yang membuat kita nyaman menggunakan gadget tersebut untuk bermain musik, membaca teks di depan panggung, maupun menonton film.      

Kelahiran produk-produk tersebut tentu tidak tanpa alasan. Menurut Eko, produk berbasis digital yang berpotensi bisnis harus mampu memberikan manfaat bagi stakeholder dan memicu penciptaan baru. Ia juga harus memiliki potensi bisnis yang membuat para user tertarik untuk menggunakan produk yang ditawarkan.

"Unsur-unsur itulah yang menjadi pegangan penilaian para juri," imbuh wakil ketua program S-1 PMBS itu.

CreatiFest, kata Eko, juga mengedepankan keunikan. Dia berharap, kegiatan yang dibesut Entrepreneurship Development Center (EDC) PMBS ini akan berguna serta mendapat apresiasi dan masukan dari masyarakat.

(rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Kejagung Sita Aset Udar Pristono