Petani Garut ekspor beras ketan ke AS

|

ilustrasi Foto: Koran Sindo

Petani Garut ekspor beras ketan ke AS

Sindonews.com – Petani Garut ekspor 20 ton beras ketan hitam ke Amerika Serikat kemarin. Pengiriman ekspor perdana itu dilakukan setelah pihak Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Garut melakukan kerja sama dengan pihak distributor asal negeri Paman Sam.

Ketua KTNA Garut Solihin mengatakan, beras ketan tersebut merupakan hasil panen yang dikumpulkan para petani di sejumlah wilayah Garut yang tergabung sebagai anggota KTNA Garut. Adapun para petani yang melakukan pengumpulan beras ketan untuk ekspor ini berasal dari Kecamatan Cisurupan, Sukaresmi, Bayongbong dan Pasirwangi.

"Ini suatu kebanggaan buat kami, karena beras ketan asal empat kecamatan di Garut yang memiliki kualitas bagus dapat diekspor,” katanya kemarin.

           

Disebutkan Endang, sesuai dengan kontrak yang ditandatangani, para petani KTNA harus mengirimkan sebanyak 20 ton beras ketan hitam per satu kali pengiriman di setiap bulannya.  Endang optmistis, para petani sanggup memenuhi permintaan ekspor beras ketan hitam ini.

           

“Kami dan para petani di sini semua berharap, Amerika Serikat tetap mau bekerja sama dengan kami di bidang beras ketan ini,” ujarnya.

           

Selain memasok ke luar negeri, tambah Endang, beras ketan hitam dari Garut juga dipasok ke sejumlah daerah, antara lain kebutuhan untuk wilayah di Jawa Barat (Jabar) hingga ke luar Pulau Jawa. Adapun nilai jual beras ketan hitam Garut untuk pasar nasional seharga Rp10 ribu dan pasar ekspor Rp11 ribu per kg.

          

Terpisah, Fungsional Penyuluh Industri Perdagangan Disperindag Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut Agus Drajat menyebutkan, ada 11 komoditas asal Garut yang diekspor ke luar negeri. Ke-11 komoditas itu adalah Teh Hitam, Teh Hijau Jepang, Karet, Bulu Mata Palsu, Minyak Akar Wangi, Jaket Kulit, Kulit Tersamak, Kain Sutera, Minyak Nilam, Kerajinan Akar Wangi, dan Vanilla.

           

“Dengan adanya ekspor beras ketan ke luar negeri, berarti jumlah komoditas ekspor kita bertambah. Otomatis, kehidupan perekonomian masyarakat pun bisa meningkat,” katanya.

           

Ia menyebutkan, volume ekspor Kabupaten Garut secara keseluruhan pada tahun lalu mencapai 7.135.633 kg. Bila diuangkan, nilai volume ekspor ini memiliki nilai sebesar USD19.524.424,36.

           

“Pengusaha atau petani yang memproduksi komoditas tertentu harus memiliki kesiapan dalam berbagai bidang. Di dunia ekspor impor, hal yang mesti diutamakan adalah kualitas komoditas itu sendiri dan standarisasi yang diberlakukan oleh negara tujuan. Di sini perlu ada keberanian dari pelaku perdagangan ekspor impornya,” ujarnya.

(and)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    • UMKM

      LPG 3 kg di Salatiga tembus Rp15.000/tabung

      Harga gas LPG ukuran 3 kilogram (kg) ditingkat pengecer di daerah Sidoerejo, Salatiga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Saat ini harga gas LPG tabung melon tersebut menembus Rp15 ribu per tabung.

    • UMKM

      Kuartal III, inflasi Jabar diperkirakan 1,5-2%

      Angka inflasi Jawa Barat (Jabar) pada bulan Juli, Agustus, dan September diperkirakan akan mencapai 1,5-2 persen. Peningkatan inflasi disebabkan terbitnya sejumlah kebijakan pemerintah serta kondisi ekonomi global.
       

    • UMKM

      Awasi ekspor-impor, maritim RI harus diperkuat

      Sering digunakannya perairan Indonesia sebagai jalur perdagangan ekspor-impor, mengharuskan Indonesia memperkuat kekuatan maritimnya.

    • UMKM

      Semester I/2012, Bulog raup untung Rp111 M

      Perusahaan Umum (Perum) Bulog, mencatat keuntungan pada semester I/2012 sebesar Rp111 miliar. Pencapaian tersebut lebih disebabkan setelah adanya rekonsiliasi dari Public Service Obligation (PSO).

    • UMKM

      Awasi ekspor-impor, maritim RI harus diperkuat

      "Kalau Indonesia ingin kuat menjaga martabat sebagai bangsa yang kuat, berarti Indonesia harus kuat di bidang maritim maupun pertanian," kata Sri Sultan Hamengku Buwono X.

    • UMKM

      Raskin ke-13 siap meluncur jelang Ramadan

      Perusahaan Umum (Perum) Bulog siap salurkan beras untuk rumah tangga miskin (raskin) ke-13. Penyaluran itu akan dilakukan menunggu keputusan pemerintah. Kemungkinan, raskin tersebut akan disalurkan menjelang bulan Ramadan

    • UMKM

      Kulon Progo siapkan kota Satelit

      Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta menyiapkan tiga kecamatan sebagai kota satelit. Kota satelit disiapkan untuk merespon kebutuhan hunian terkait adanya megaproyek yang akan dibangun di daerah ini.

    • UMKM

      Stok beras aman hingga maret 2013

      Perusahaan Umum (Perum) Bulog memastikan pasokan beras aman sampai dengan sembilan bulan kedepan (Maret 2013). Pasalnya, terhitung sampai dengan saat ini Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang tersedia di Bulog mencapai 468.000 ton.

    • UMKM

      Indeks kepercayaan konsumen RI kian melejit

      Tingkat kepercayaan konsumen Indonesia terus meningkat seiring dengan Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) naik sebesar 1,2 persen menjadi 92,4 dari sebelumnya 91,3.

    • UMKM

      Ramadan & Lebaran, Bulog jamin harga beras stabil

      Perusahaan Umum (Perum) Bulog memastikan harga beras pada bulan Ramadan dan Lebaran akan bergerak stabil. Pasalnya, dilihat dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang tersedia di Bulog adalah sebesar 468 ribu ton.

    Baca Juga

    Baru Sebulan Kerja, Anggota DPR Minta Gedung Baru