Elektabiltas Rendah, Peringatan Dini Bagi Parpol Islam

ilustrasi

Elektabiltas Rendah, Peringatan Dini Bagi Parpol Islam
JAKARTA - Elektabilitas partai politik berbasis Islam dalam berbagai survei semakin pudar. Menurut Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaq, ini merupakan peringatan dini bagi partai politik Islam untuk berbenah diri.

"Itu bagus, karena itu early warning buat semua partai Islam agar mereka kerja keras. Early warning bahwa selera publik tidak match dengan partai Islam," kata Luthfi kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/6/2012).

Oleh sebab itu kata dia, partai Islam harus melakukan formulasi kerja terkait isu-isu aktual masyarakat. Disamping itu kerja-kerja partai harus bisa menyentuh langsung ke kepentingan rakyat.

"Mungkin karena selama ini partai Islam tidak menyentuh persoalan aktual yang dirasakan masyarakat. Tinggal dikomunikasikan antara nilai dan persoalan aktual,"ujarnya.

Hal yang tak kalah penting, tambahnya, partai politik Islam juga harus membangun dialog dengan masyarakat secara terus-menerus terutama yang menyangkut persoalaan lapangan kerja dan pendidikan.

Dia mencontohkan, sekolah Islam seharusnya bisa langsung menyalurkan anak didik ke lapangan kerja. Sementara, untuk urusan ekonomi, dia menilai partai Islam kurang terlalu peduli. "Kita masih ada dua tahun untuk membenahi (elektabilitas)," jelasnya.

Diakuinya, internal PKS belum pernah melakukan survei untuk mengetahui tingkat elektabilitas. Kendati demikian, dia yakin PKS masih berada di peringkat teratas dibanding partai Islam lainnya.

"Kita hanya mengambil dari lembaga survei dan ambil poin-poin untuk membenahi. PKS masih yang tertinggi dibanding Partai Islam lain," paparanya.

PKS sendiri tidak bergantung pada ketokohan seseorang untuk menaikkan elektabilitasnya. Yang menjadi tumpuan mereka adalah mesin partai. "Kalau bagi PKS, unggulan kami mesin politik bukan tokoh. Tokoh last minute bisa dicalonkan," pungkasnya. (trk)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Wakil Rakyat dari Golkar Mengaku Dicabuli Sesama Anggota Dewan