Unpad Observasi Potensi Wisata Pulau Biawak

Ilustrasi : ist.

Unpad Observasi Potensi Wisata Pulau Biawak
JAKARTA - Eksplorasi kawasan Indonesia yang kaya akan sumber daya alam dan keindahan panoramanya, seringkali tidak dimanfaatkan secara baik. Salah satu potensi wisata yang perlu dikembangkan adalah Pulau Biawak, sebuah pulau di ujung Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Untuk mengekplorasi kawasan tersebut, 20 mahasiswa  yang tergabung dalam komunitas Komitmen dan empat dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran (Unpad) melakukan penelitian di Pulau Biawak yang bertajuk “Biawak Eksploration and Research” (Biex-re). Penelitian yang dilakukan hingga Minggu, 1 Juli mendatang ini juga merupakan pengaplikasian dari konsep Tridharma Perguruan Tinggi yang meliputi, penelitian, pengabdian, dan pengajaran.

Dosen Ilmu Kelautan sekaligus koordinator penelitian Noir P Purba berkata, Pulau Biawak dipilih karena belum banyak orang yang mengetahui keberadaan pulau tersebut. Padahal, banyak potensi pariwisata yang terkandung di pulau tersebut.

Hal senada diungkapkan salah satu anggota, Ankiq Taufiqurrohman. Pulau Biawak merupakan pulau yang masih perawan, yakni pulau yang keadaannya masih benar-benar asri, seperti banyak terdapat terumbu karang yang bisa menjadi spot diving yang baik dan ekosistem hutan mangrove yang masih terjaga. Selain itu, di Pulau Biawak juga terdapat mercusuar kuno yang dibangun pada 1800-an.

“Nantinya, kami akan melakukan penelitian yang mencakup bidang konservasi, ekologi, dan hidro-oseanografi. Selain itu, kami juga akan melakukan tiga aktivitas, yakni beach cleaning, coral cleaning, dan penerapan desalinator, yakni sebuah alat untuk mengubah air laut menjadi air tawar. Tiga aktivitas tersebut nantinya murni akan dilakukan oleh mahasiswa dengan tujuan untuk menjadikan Pulau Biawak menjadi destinasi wisata yang baik ke depannya,” kata Ankiq, seperti dilansir dari situs Unpad, Jumat (29/6/2012).

Bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Indramayu dan Angkatan Laut, penelitian ini diharapkan dapat menjadi indikator pengelolaan destinasi wisata baru, khususnya bagi Indramayu. Kendala utama yang dihadapi adalah masalah aksesibilitas untuk menuju ke Pulau Biawak.

“Nantinya kami akan memaparkan hasil penelitian di hadapan DKP Kabupaten Indramayu. Mereka tertarik dengan penelitian kami, karena merekalah yang bertanggung jawab untuk mengelola Pulau Biawak. Selain itu, kami juga akan membukukan semua penelitian yang pernah kami lakukan,” ujar Noir.

Noir berharap, penelitian di Pulau Biawak ini dapat menjadi contoh bagi penelitian lanjutan di pulau-pulau lainnya, khususnya pulau-pulau terluar di Indonesia. “Apabila rencana penelitian ini berhasil, maka kami pun akan lakukan penelitian yang serupa di pulau-pulau lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, menurut koordinator komunitas Komitmen, Marine Kenzi, penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan kelimuan bagi mahasiswa FPIK Unpad, terutama dalam bidang instrumen dan bidang kelautan. “Dengan adanya penelitian ini, mahasiswa-mahasiswa FPIK Unpad diharapkan dapat lebih memahami ilmu kelautan ini di berbagai aspek,” kata Marine.(mrg) (rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    PKB Hormati Jokowi Tak Ingin Menteri Rangkap Jabatan