Gara-gara Miras, WN Myanmar Tewas Dibunuh Temannya

Ilustrasi

Gara-gara Miras, WN Myanmar Tewas Dibunuh Temannya
BATAM - Hanya karena tidak dipinjamkan uang untuk beli minuman keras, seorang  warga negara (WN) Myanmar harus meregang nyawa ditangan dua teman senegaranya. Satu WN Myanmar lainnya yang menyaksikan kejadian itu terpaksa bersembunyi di hutan karena diancam akan dibunuh oleh pelaku.
 
Nongnu, imigran gelap asal Myanmar ini ditemukan tewas Minggu (01/06/12) malam. Luka tampak menganga dibagian kepala. Dia tewas tak jauh dari barak tempat tinggalnya di sebuah peternakan ayam di pulau Rempang, Batam.
 
Terungkapnya kasus pembunuhan ini berawal saat warga menemukan Zhouzo yang juga WN Myanmar dalam kondisi ketakutan di hutan tak jauh dari lokasi peternakan tersebut.  Zhouzo yang tidak bisa berbahasa Indonesia memberikan isyarat jika ada yang meninggal di peternakan.
 
Selanjutnya, warga langsung melapor ke polisi dan menemukan mayat Nongno dengan kondisi mengenaskan. Menurut Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Yos Guntur,  Selain banyak luka mengangga di bagian kepala, ditubuh korban juga ditemukan luka bekas cakaran dan gigitan.
 
“Korban dan pelaku sempat berduel. Kejadian ini disaksikan langsung oleh Zhouzo,” kata Yos Guntur di Mapolresta Balerang.

Karena aksinya diketahui Zhouzo, kedua pelaku panik dan langsung mengejar Zhouzo yang lari ke arah hutan.  Usai menghabisi korban, kedua pelaku mencoba kabur. Namun karena tidak tahu arah dan tidak bisa berbahasa Indonesia, pelaku akhirnya berhenti di sebuah warung yang berjarak sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian.
 
Awalnya, polisi sempat kesulitan mengungkap motif pembunuhan ini, menginngat baik korban maupun saksi tidak ada yang bisa berbahasa Indonesia. Motif tewasnya Nongno baru terungkap saat polisi mendatangkan penerjemah.

“Kedua pelaku mengaku kesal karena tidak dipinjamkan uang oleh korban untuk membeli minuman keras,” jelas Yos Guntur.

Selain mengamankan dua tersangka dan barang bukti, polisi juga mengamankan mandor tempat ke empat imigran gelap itu bekerja. Menurut polisi, pihaknya akan menelusuri dari mana dan bagaimana para imigran gelap asal Myanmar tersebut bisa masuk dan bekerja di Batam.
 
Sementara untuk pemakaman dan pemulangan jenazah Nongno,  pihak Polresta Barelang akan melakukan kordinasi dengan kedutaan Myanmar. (trk)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Konflik Rumah Tangga Picu Remaja Konsumsi Narkoba