Resah, Sertifikat Tanah Gusuran Tak Kunjung Kelar

|

Ilustrasi, massa demo atas kepemilikan tanah (foto: Runi/okezone)

Resah, Sertifikat Tanah Gusuran Tak Kunjung Kelar

KEDIRI- Sebanyak 14 warga yang tanahnya dijualnya karena proyek pembangunan jembatan di Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, resah. Sertifikat tanah mereka yang baru belum kunjung keluar.

Padahal, mereka telah menyerahkan sertifikat asli kepada Pemkab Kediri. Kekhawatiran ini diungkapkan oleh Hartono (35), salah satu warga terkena dampak penggusuran.

Dia mengaku memberikan sertifikat tanah asli karena dijanjikan akan dibuatkan yang baru. “Sekira awal tahun ini, tapi sampai sekarang belum ada sertifikat yang baru,” jelasnya.

Beberapa warga, menurut Hartono, pernah menanyakan kepada pihak desa. Namun, pihak desa menyatakan bahwa saat ini masih diurus oleh tim pembebaan lahan.

“Kami hanya khawatir saja, pasalnya saya tidak pegang akta tanah saya sendiri,” tuturnya.

Kepala Badan Pertanahan Nasional, Edi Kusdianto, mengatakan, pengurusan pemecahan sertifikat tanah antara pemkab dan 14 warga tersebut memang ada kendala. Menurutnya masih ada peta yang tidak sesuai dengan kondisi lapangan. “Jadi kami memberikan petunjuk untuk dilakukan perbaikan,” paparnya.

Meski sebagian sudah selesai,namun menurut Edi perbaikan teknis masih diperlukan. Dengan demikian, selama perbaikan belum dipenuhi, penerbitan sertifikat tanah untuk pemecahan ini belum bisa dilakukan. “Kami akan terus menunggu sampai semua sesuai,” tuturnya.

Jika beberapa persyaratan perbaikan tersebut telah dipenuhi, Edi tidak bisa menjanjikan segera menerbitkan sertifikat. Paling tidak tiga bulan kemudian baru bisa diserahkan.

“Mungkin sekitar dua atau tiga bulan baru bisa tuntas,” tambahnya.

Proyek jembatan yang menghubungkan Kabupaten Kediri dan Kabupaten Nganjuk ini, sebelumnya telah membebaskan tanah seluas 860m2 di Kecamatan Papar Kabupaten Kediri. Untuk tahun ini,pemkab menganggarkan Rp3,14 miliar untuk pembangunan oprit jembatan.

(kem)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Rizal Ramli Dicecar soal Penerbitan SKL BLBI