Zulkarnaen Harus Meminta Maaf kepada Umat Islam

ilustrasi (foto: daylife)

Zulkarnaen Harus Meminta Maaf kepada Umat Islam
JAKARTA - Komunitas Intelektual Muda Betawi (KIMB) mengkritisi sikap politikus Partai Golkar Zulkarnaen Djabar yang terseret kasus dugaan korupsi pengadaan Alquran. Zulkarnaen diminta untuk tidak hanya meminta maaf kepada Partai Golkar tetapi kepada seluruh umat Islam.

"Inilah imbas dari kader partai yang tidak menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupannya,  Zulkarnaen Djabar dalam jumpa persnya hanya meminta maaf kepada Partai Golkar tempat dia bernaung," ujar Ketua KIMB, Ramdan Alamsyah dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (3/7/2012).

Seharusnya lanjut Ramdan, Zulkarnaen meminta maaf kepada seluruh umat Islam di Indonesia khususnya dan rakyat Indonesia umumnya dengan kasus korupsi pengadaan Alquran yang diduga dilakukan olehnya

Ramdan menambahkan, jika terbukti dugaan korupsi pengadaan Alquran itu dilakukan Zulkarnaen, maka sama halnya mencuri uang amal masjid dan sangat memalukan umat Islam.  "Seharusnya Golkar malu memiliki kader seperti itu, dan  manusia seperti ini harusnya di rajam sampai mati," tegasnya.

Menurutnya, pengadaan Alquran saja bisa dikorupsi yang jelas-jelas tujuannya ibadah, sehingga harus menjadi perhatian masyarakat jangan-jangan di lembaga lain uang zakat bisa di korupsi juga. "Bukan kita berprasangka buruk tetapi mencegah lebih baik dan kasus ini bisa menjadi pelajaran untuk semua kalangan," tukasnya.

Seperti diberitakan, KPK telah menetapkan Zulkarnaen Djabar yang merupakan anggota Komisi VIII DPR dan putranya yang menjabat Direktur Utama PT Karya Sinergi Alam Indonesia, Dendy Prasetya, sebagai tersangka.

Ayah dan anak itu diduga menerima suap terkait pembahasan anggaran proyek pengadaan Alquran di Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam di Kementerian Agama pada tahun 2011 dan 2012 dan proyek pengadaan laboratorium komputer di Madrasah Tsanawiyah tahun 2011.

Nilai anggaran dalam proyek pengadaan laboratorium komputer di Madrasah Tsanawiyah Rp31 miliar. Sedangkan nilai anggaran untuk pengadaan Alquran pada tahun 2011 sekira Rp20 miliar. Zulkarnaen dan Dendy diduga menerima suap sekitar Rp4 miliar. Masing-masing sudah dicegah untuk bepergian ke luar negeri oleh Direktorat Jenderal Imigrasi.  (put)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    KMP Komitmen Jadi Penyeimbang Jokowi-JK