Mayat di Pos Kamling Gegerkan Warga

|

Ilustrasi (dalje.com)

Mayat di Pos Kamling Gegerkan Warga

BANTAENG - Penemuan sesosok mayat lelaki tanpa identitas oleh warga Desa Baruga, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, menggerkan warga sekitar.

Mayat ditemukan oleh seorang warga, Rasyid. Awalnya, dia mengira lelaki tersebut hanya menumpang tidur di pos kamling yang terletak di samping jalan poros Bantaeng-Bulukumba tersebut.

“Tadi waktu keluar dari rumah sekira pukul 07.05 Wita, saya lihat dia sedang tidur. Terus, saya pergi mengambil rumput laut, sekira satu jam baru saya kembali,” ungkap Rasyid, Selasa (3/7/2012).

Saat kembali, dia masih melihat lelaki tersebut tidur. Lantaran anaknya takut melihat lelaki tak dikenal tidur di pos, Rosyid membangunkannya. Namun lelaki tersebut sudah kaku dengan posisi tangan kanan di atas jidat. Dia langsung melaporkan ke Mapolsek Pa’jukukang.

Rasyid mengaku tidak kenal korban. Kemungkinan besar dia pendatang yang hendak menonton pesta adat Gantarangkeke.

Penasaran dengan penemuan mayat tersebut, warga berdatangan hingga memacetkan jalan poros sekira satu jam. Polisi dan pihak puskesmas langsung mengambil data.

Kabag Ops Polres Bantaeng, Kompol Dahril, mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian korban. Namun, hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.

“Korban kami bawa dulu RSUD Anwar Makkatutu untuk diselidiki penyebab kematiannya. Dia diperkirakan telah meninggal sekira lima jam sebelum ditemukan,” ungkap Dahri.

Polisi tidak menemukan tanda pengenal, hanya menemukan uang di dompetnya sekira Rp450 ribu.

Kasat Reskrim Polres Bantaeng, AKP Dodik Susianto, meminta warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya dengan ciri-ciri lelaki berusia sekira 30 hingga 35 tahun, tinggi 170 sentimeter, dan berbadan kurus, agar melapor ke Mapolres Bantaeng atau RSUD Anwar Makkatutu.

(ton)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Syarat Penangguhan Penahanan MA Belum Lengkap