Panwaslu Persoalkan Dugaan Kampanye di Program Komedi TV

Selasa, 03 Juli 2012 03:34 wib | Marieska Harya Virdhani - Okezone

Ilustrasi Ilustrasi DEPOK – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta menerima laporan dari Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jakarta terkait tayangan komedi di salah satu televisi swasta beberapa hari lalu.

Televisi tersebut menanyangkan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta yang berjargon Senyum Jakarta yang terdiri dari pengobatan gratis, naik Trans Jakarta gratis, ke Ragunan gratis. Namun dalam tayangan tersebut diakhiri dengan nyanyian yang berbau dukungan terhadap salah satu calon gubernur, yakni menggunakan lagu legenda Benyamin Suaeb dengan lirik “pilihlah yang berkumis aje, yang lain jangan dipikirin”.

“Pilih yang kumis aja, yang lain enggak usah dipikirin. Ini kan program Senyum Jakarta, kami menciumnya bau penggunaan fasilitas negara buat incumbent,” ujar Ketua Panwaslu Ramdhansyah kepada wartawan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI), Senin (02/07/12).

Ia menambahkan, politik uang ditengarai mudah dilakukan oleh calon–calon incumbent. Selain itu, kata dia, para PNS juga diuji netralitas birokrasinya. “Ke depan harus ada pembatasan dana kampanye, agar tak ada politik uang. Jangan ambil uangnya jangan pilih orangnya. Pasal 82 bisa dikualifikasi pasangan yang terbukti setelah berkekuatan hukum tetap oleh DPRD. Menuju TPS banyak serangan fajar, netralitas PNS juga dipertanyakan, banyak iklan pemerintah yang berbau pencitraan,” tandasnya.

Laporan KPID, lanjutnya, masih sebatas laporan awal dan belum ditemukan bukti dan saksi. Namun hal itu menjadi pekerjaan rumah bagi Panwaslu untuk menindaklanjutinya selama 14 hari maksimal. “Ini kesulitan kami, polisi dikasih waktu 120 hari, kami hanya dikasih waktu 14 hari maksimal, kami kan butuh SDM yang banyak juga terutama terkait politik uang,” tegasnya. (ris)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »