DPR Berharap Dapat Pahala dari Proyek Alquran

|

Ilustrasi (Foto: daylife)

DPR Berharap Dapat Pahala dari Proyek Alquran

JAKARTA - Ketua Komisi VIII DPR Ida Fauziah mengatakan, bahwa pihaknya sampai saat ini belum meminta klarifikasi ke Zulkarnaen Djabar terkait penetapannya sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengadaan Alquran di Kementerian Agama.

Sebab, Ida merasa bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk melakukan hal itu. Sebagai pimpinan komisi, dia hanya memantau bagaimana mekanisme yang berjalan dalam pembahasan anggaran di dalamnya.

"Kita hanya melihat dokumen yang ada, apa proses sesuai prosedur. Menurut beberapa anggota prosesnya sesuai prosedur pembahasan anggaran," kata Ida kepada wartawan di DPR, Jakarta, Rabu (4/7/2012).

Selain itu, Komisi VIII juga bersepakat untuk membantu Kementerian Agama terkait proses pelaksanaan pendistribusian Alquran tersebut melalui pembagian yang dilakukan di dapilnya masing-masing. Namun dengan biaya yang dikeluarkan oleh masing-masing anggota dewan.

"Dengan diberikan Alquran anggota punya beban mendistribusikan ke dapil. Kita bantu distribusikan, kita dapat pahala," ujarnya.

Untuk itu Ida mengimbau seluruh pihak untuk tidak terlalu mencampuradukkan Alquran dengan permasalahan korupsi ini. Karena menurutnya permasalahan ada pada mekanisme pengadaannya, bukan pada Alqurannya.

"Alqurannya enggak ada masalah, ini beda dengan persoalan di proyek pengadaannya. Soal Alquranya jangan dipermasalahkan," imbaunya.

(lam)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Ada Tabrakan Karambol di Tol Pondok Indah