119 Tim Mahasiswa Pamer Mobil Irit BBM di SEM Asia

|

Ilustrasi : Corbis

119 Tim Mahasiswa Pamer Mobil Irit BBM di SEM Asia

JAKARTA - Saat ini, mahasiswa dari seluruh Asia dan Timur Tengah berkumpul di sirkuit Kuala Lumpur, Sepang International Circuit untuk berkompetisi pada ajang Shell Eco-Marathon (SEM) Asia 2012. Sejumlah 119 tim mahasiswa ini siap berlaga untuk memperebutkan gelar juara kendaraan yang memiliki efisiensi bahan bakar paling tinggi.

Menampilkan tim dari universitas, perguruan tinggi, dan institut teknik dari 18 negara, SEM Asia akan digelar hingga 7 Juli mendatang. General Manager SEM Asia Mavis Kuek menyebut, kegiatan ini menjadi momen inspirasional bagi sejumlah generasi muda.

"Para mahasiswa ini berkesempatan menguji kendaraan dan inovasi yang telah mereka kerjakan berbulan-bulan, di atas trek. SEM lebih dari sekadar kompetisi atau perlombaan balap antarmahasiswa tapi menjadi medium untuk merealisasikan ide menjadi kenyataan, serta sebagai platform bagi anak muda dalam menghasilkan solusi kreatif guna menghasilkan kendaraan hemat energi yang mampu menjawab tantangan energi saat ini,” ujar Mavis, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Kamis (5/7/2012).

Para peserta akan berkompetisi pada kategori Prototype dan Urban Concept. Kategori Prototype mengajak para mahasiswa untuk mendaftarkan mobil efisien futuristik yang memaksimalkan efisiensi bahan bakar melalui inovasi elemen desain, seperti drag reduction. Sementara kategori Urban Concept berfokus pada kelayakan penggunaan kendaraan dengan efisiensi bahan bakar guna menjawab kebutuhan pengemudi di dunia nyata. Penampilan kendaraan ini pun tidak jauh berbeda dengan mobil jarak tempuh tinggi pada umumnya.

Tim Bit Qat I dari Institut Teknologi Beijing merupakan tim pertama yang terdaftar di Sirkuit Internasional Sepang untuk kompetisi ini. Kendaraan tersebut akan berkompetisi untuk kategori Prototype melawan kendaraan lain yang berbahan bakar bensin.

“Kami merancang kendaraan yang benar-benar baru dan hanya menggunakan pembelajaran dari pendahulu sebagai satu-satunya unsur memengaruhi desain kami. Kendaraan ini merupakan hasil kerja keras selama empat bulan, dan kami sangat senang dapat pertama kali mengujinya di trek hari ini,” ujar Manager Tim Bit Qat I, Yang Junwei.

Dalam proses membangun kendaraan paling efisien bahan bakar, para mahasiswa memiliki kebebasan untuk melatih kreativitas pada aspek teknis dan desain, tentu dengan memenuhi aturan keselamatan. Penghargaan akan diberikan pada tim dengan jarak tempuh terjauh pada 1 kWh atau 1 liter bensin. Penampilan di luar trek seperti kreativitas, keselamatan, desain, dan pemasaraan juga menjadi unsur penilaian.

Selain kategori Prototype dan Urban Concept, para tim juga memperebutkan sejumlah penghargaan, seperti Eco-Design, Best Team Spirit, dan Ketekunan dalam Menghadapi Kesulitan yang diberikan untuk memotivasi mahasiswa dalam bersaing di luar teknis kompetisi.(mrg)

(rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Digerebek BNN, Pos Satpam Kampus UKI Dirusak Massa